Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan MolyMod pada Materi Hidrokarbon di Kelas XI FD 2 MAN 1 Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) — Proses pembelajaran kimia di kelas XI FD 2 MAN 1 Bantul berlangsung inovatif melalui penerapan model discovery learning berbantuan media MolyMod pada materi hidrokarbon, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan pembelajaran yang diampu oleh guru kimia, Siti Nuroniyah, S.Pd., M.Pd. ini dirancang untuk mendorong siswa aktif menemukan konsep secara mandiri. Dengan menggunakan model atom MolyMod, siswa dapat memvisualisasikan struktur molekul hidrokarbon secara lebih konkret, meliputi ciri khas atom karbon, alkana, alkena, dan alkuna.

Pembelajaran diawali dengan pemberian stimulus berupa pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan eksplorasi dengan merangkai model molekul menggunakan MolyMod. Dari kegiatan tersebut, siswa mengidentifikasi jenis ikatan, bentuk struktur, serta hubungan antaratom dalam senyawa hidrokarbon.

Selama proses berlangsung, suasana kelas tampak dinamis. Siswa aktif berdiskusi, bertanya, serta menyampaikan pendapat. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi dan memberikan penguatan terhadap konsep yang telah ditemukan siswa.

“Melalui model ini, siswa tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami konsep karena mereka mengalami sendiri proses pembentukannya,” ujar Siti Nuroniyah.

Muhammad Faiz, salah satu siswa kelas XI FD 2, juga mengungkapkan kesannya terhadap pembelajaran tersebut. “Belajar dengan MolyMod membuat kami lebih mudah memahami bentuk molekul. Jadi tidak hanya membayangkan, tetapi bisa melihat langsung strukturnya,” tuturnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang mendorong keaktifan dan kemandirian siswa merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
“Pembelajaran inovatif seperti ini sangat kami dorong karena mampu menumbuhkan daya pikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi siswa. Ini sejalan dengan komitmen madrasah untuk mencetak generasi yang unggul tidak hanya dalam akademik, tetapi juga dalam karakter,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa MAN 1 Bantul terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang inspiratif dan inklusif. Hal ini tercermin dalam semangat tagline madrasah, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan menjadi ruh dalam setiap aktivitas pendidikan, termasuk dalam pembelajaran di kelas.

Dengan semangat tersebut, pembelajaran kimia tidak hanya menjadi sarana memahami konsep ilmiah, tetapi juga wahana pembentukan karakter siswa yang berpikir kritis, terbuka, peduli lingkungan, serta menghargai keberagaman. (nia)