Bantul (MAN 1 Bantul) – Siswa kelas XI FD 5 Multimedia MAN 1 Bantul yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Wave.ink memperoleh pengalaman berharga dalam mempelajari proses pembuatan sablon, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini didampingi oleh guru pembimbing, Siti Nuroniyah, S.Pd., M.Pd., serta dibimbing langsung oleh pemilik DU/DI, Davy Raka Pratama. Dalam suasana pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, siswa dikenalkan secara langsung dengan tahapan pembuatan sablon yang lazim digunakan di industri percetakan.
Proses diawali dengan pembuatan desain menggunakan perangkat lunak desain grafis. Desain tersebut kemudian dicetak pada media transparan sebagai film sablon. Selanjutnya, siswa mempelajari proses afdruk, yakni pemindahan gambar dari film ke screen menggunakan cairan emulsi dengan bantuan penyinaran.
Setelah proses afdruk, screen dicuci hingga menghasilkan gambar yang jelas. Tahap berikutnya adalah penyablonan, yaitu pengaplikasian tinta ke media seperti kaos menggunakan rakel. Pada tahap ini, siswa juga berlatih teknik penyapuan tinta agar hasil cetakan merata dan berkualitas.
Sebagai tahap akhir, hasil sablon dikeringkan menggunakan alat pemanas agar tinta melekat sempurna. Dalam keseluruhan proses, siswa ditekankan pentingnya ketelitian, kebersihan, serta konsistensi sebagai bagian dari standar kerja industri.
Guru pembimbing, Siti Nuroniyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami proses kerja di industri kreatif, khususnya di bidang percetakan dan multimedia.
Sementara itu, pemilik DU/DI, Davy Raka Pratama, menuturkan bahwa keterampilan teknis seperti sablon sangat dibutuhkan di dunia usaha saat ini, terutama bagi generasi muda yang ingin terjun di sektor industri kreatif.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Prakerin menjadi sarana penting dalam membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21.
“Melalui kegiatan Prakerin ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga mengasah sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Hal ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Nilai-nilai tersebut tercermin dalam proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif, bekerja secara profesional, serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja serta mampu mengembangkan kompetensi di bidang multimedia dan industri kreatif secara optimal. (nia)

