BANTUL (MAN 1 Bantul) – Sebanyak 23 peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) dari MAN 1 Bantul mengikuti kegiatan simulasi di Ruang Laboratorium Komputer madrasah setempat. Simulasi berlangsung selama dua hari, yaitu Kamis dan Jumat (7-8 Mei 2026), sebagai persiapan menghadapi OSN-K yang sesungguhnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara semi daring sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kemendikdasmen selaku penyelenggara.
Pelaksanaan simulasi OSN-K ini bertujuan untuk membiasakan peserta dengan mekanisme pengerjaan soal secara online, termasuk tata tertib, navigasi sistem, serta manajemen waktu selama ujian berlangsung. Dengan menggunakan Lab Komputer MAN 1 Bantul yang telah disiapkan secara khusus, para peserta dapat merasakan suasana ujian yang mendekati kondisi sebenarnya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi rasa gugup dan meningkatkan kesiapan teknis siswa saat hari pelaksanaan OSN-K nanti.
Proktor yang bertanggung jawab dalam simulasi ini adalah Arfi Nurdiyantoro, S.Pd., yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai jadwal dan prosedur. Sementara itu, Agus Sulistya, S.Pd., bertindak sebagai teknisi yang menangani kesiapan perangkat keras dan jaringan komputer selama simulasi berlangsung. Dengan sistem semi daring, seluruh peserta tetap berada dalam satu ruangan yang diawasi secara langsung oleh proktor, namun akses soal dan pengiriman jawaban dilakukan melalui platform online yang telah disediakan Kemendikdasmen selaku penyelenggara. Setelah peserta menyelesaikan simulasi, maka proktor akan melakukan upload jawaban dan admministrasi pelaksanaan.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengerjakan soal-soal simulasi yang mencakup berbagai mata pelajaran yang dipertandingkan dalam OSN-K, seperti Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, dan lain-lain. Suasana ruang laboratorium tampak hening dan serius, dengan para siswa fokus pada layar komputer masing-masing. Simulasi dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi kepada proktor, teknisi, serta seluruh peserta yang telah mengikuti simulasi dengan disiplin dan antusias. “Simulasi ini sangat penting untuk mengukur kesiapan siswa, baik dari segi penguasaan materi maupun aspek teknis pelaksanaan ujian berbasis komputer. Saya berharap pengalaman dari simulasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta agar mampu tampil maksimal pada OSN-K yang sebenarnya,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan harapan agar MAN 1 Bantul dapat meraih prestasi gemilang dalam ajang OSN-K tahun ini.
Salah satu peserta, Frea Syifa Mazaya saat ditemui usai simulasi, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Awalnya saya agak cemas karena belum pernah ikut ujian online seperti ini. Tapi setelah simulasi, saya jadi lebih paham alurnya dan tahu bagian mana yang harus saya persiapkan lagi,” ungkapnya. Dengan telah terlaksananya simulasi ini, MAN 1 Bantul optimis bahwa 29 peserta OSN-K siap mengikuti kompetisi yang sesungguhnya dan memberikan hasil terbaik untuk madrasah. (arf)

