Proktor Waspada, Teknisi Sigap: Kolaborasi Solid di Balik Kelancaran Simulasi OSN-K MAN 1 Bantul

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Di balik kelancaran simulasi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) yang diikuti 23 peserta MAN 1 Bantul, ada peran kunci dari proktor dan teknisi yang bekerja keras di belakang layar. Simulasi yang berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (7-8 Mei 2026), di Ruang Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul ini sukses dilaksanakan tanpa kendala berarti. Arfi Nurdiyantoro, S.Pd., bertindak sebagai proktor, sementara Agus Sulistya, S.Pd., sebagai teknisi.

Kesiapan proktor dan teknisi menjadi faktor utama dalam pelaksanaan simulasi OSN-K. Sebagai proktor, Arfi Nurdiyantoro tidak hanya bertugas membuka dan menutup akses ujian, tetapi juga memastikan seluruh peserta memahami tata tertib dan prosedur pengerjaan soal. Sejak pagi hari, Arfi telah berada di ruang laboratorium untuk melakukan pengecekan akun peserta, memastikan tidak ada kendala login, serta mengawasi jalannya simulasi agar sesuai dengan ketentuan dari pusat. “Proktor harus siap dari sisi teknis dan non-teknis. Jika ada peserta yang kesulitan, saya harus cepat merespons agar waktu ujian tidak terbuang,” ujar Arfi.

Sementara itu, Agus Sulistya selaku teknisi bertanggung jawab penuh atas kesiapan perangkat keras dan jaringan. Sehari sebelum pelaksanaan, Agus telah melakukan sinkronisasi data base simulasi dan pengecekan menyeluruh terhadap 30 unit komputer yang akan digunakan. Mulai dari memastikan spesifikasi perangkat memadai, sistem operasi berjalan normal, aplikasi proctor dan client bisa digunakan, hingga koneksi internet stabil. “Untuk simulasi semi daring, ketersediaan komputer untuk server proctor dan jaringan LAN merupakan hal utama yang perlu dipersiapkan dengan baik. Saya sudah menyiapkan cadangan komputer proktor jika sewaktu-waktu komputer server bermasalah,” jelas Agus. Berkat persiapannya selama dua hari penuh, seluruh komputer dapat berfungsi optimal.

Kolaborasi antara proktor dan teknisi menjadi kunci sukses simulasi ini. Pada hari pelaksanaan, Arfi fokus mendampingi peserta dalam hal teknis pelaksanaan ujian, seperti membuka sesi dan memantau waktu. Sementara Agus berjaga di sisi lain untuk memastikan tidak ada gangguan teknis yang berarti. Saat salah satu komputer sempat mengalami lag, Agus langsung merespons dalam hitungan menit sehingga peserta dapat kembali mengerjakan soal tanpa kehilangan banyak waktu. “Kami sudah koordinasi sejak awal. Proktor dan teknisi harus bergerak cepat dan saling mendukung,” tambah Arfi.

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi khusus kepada tim proktor dan teknisi. “Saya melihat langsung kesiapan Pak Arfi dan Pak Agus. Mereka benar-benar profesional. Tidak hanya menyiapkan perangkat, tetapi juga sigap mengatasi situasi di lapangan. Kelancaran simulasi ini tidak lepas dari kerja keras mereka di belakang layar,” ujar Bu Mafrudah penuh bangga. Beliau berharap kesiapan yang sama dapat terus dipertahankan saat pelaksanaan OSN-K sesungguhnya.(arf)