Guru Inovatif dan Media Kreatif Wujudkan Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang Adaptif

Yogyakarta (MAN 1 Bantul) – Dua guru MAN 1 Bantul, Agustin Budihayati Putri, S.Pd., dan Etik Rahmawati, S.Pd., menghadiri kegiatan Workshop & Pameran Civic Edu Media Expo 2026 yang diselenggarakan di Aula ISDB Lt. 4 FISIP UNY, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Guru Inovatif dan Media Kreatif, Wujudkan Pendidikan Pancasila yang Adaptif”.

Workshop menghadirkan narasumber Johan Dwi Saputro, M.Pd. dan Dr. Budi Mulyono, S.Pd., M.Pd. dari Prodi PPKn yang membahas pentingnya transformasi media pembelajaran di era digital. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa media pembelajaran harus terus berevolusi agar mampu mendukung proses pembelajaran sekaligus evaluasi peserta didik secara efektif dan menarik.

Guru saat ini tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator, inovator, dan motivator bagi peserta didik. Hal tersebut menjadi penting karena generasi masa kini didominasi oleh generasi digital native, yakni Generasi Z yang lahir pada tahun 1997–2012 dan Generasi Alpha yang lahir mulai tahun 2013 hingga sekarang. Kedua generasi ini tumbuh bersama internet, media sosial, dan teknologi digital sejak usia dini.

Karakteristik peserta didik saat ini cenderung visual dan multisensori, menyukai pembelajaran singkat dan interaktif, terbiasa dengan kolaborasi daring, serta membutuhkan respons umpan balik yang cepat. Oleh sebab itu, guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Berbagai media kreatif untuk pembelajaran Pendidikan Pancasila diperkenalkan dalam workshop tersebut, di antaranya video pembelajaran, animasi dan motion graphic, infografis, presentasi interaktif, platform kuis digital, game edukasi, cerita digital, komik pembelajaran, video narasi, hingga e-book interaktif. Selain media digital, peserta juga dikenalkan dengan alat peraga edukatif seperti kartu nilai Pancasila, miniatur lembaga negara, model simulasi sidang MPR, pop-up book, hingga pemanfaatan teknologi realitas virtual (virtual reality/VR).

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi guru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi guru dalam pengembangan media pembelajaran sangat sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul yang mengusung tagline “CADAS BERKELAS”.

“Guru harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Media pembelajaran yang kreatif dan adaptif akan membuat peserta didik lebih tertarik, aktif, dan mampu memahami nilai-nilai Pancasila secara kontekstual,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan guru MAN 1 Bantul semakin inovatif dalam menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan karakter generasi masa kini. (agoes)