BANTUL (MAN 1 Bantul) – Pemandangan berbeda tampak di MAN 1 Bantul pada Senin pagi (25/5/2026). Sebelum aktivitas pembelajaran dimulai, ratusan murid memadati Masjid Raudhotul Muttaqin untuk melaksanakan salat Dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar madrasah dalam membangun atmosfer belajar yang menenangkan sekaligus membentuk kebiasaan positif bagi seluruh murid.
Di tengah padatnya aktivitas pendidikan, MAN 1 Bantul meyakini bahwa kesiapan belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh ketenangan hati dan kekuatan spiritual. Oleh karena itu, pembiasaan salat Dhuha dan Asmaul Husna terus dilaksanakan sebagai bagian dari budaya madrasah.
Lantunan 99 nama Allah yang dibaca bersama-sama menghadirkan suasana syahdu di dalam masjid. Murid-murid mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh penghayatan. Momen tersebut menjadi ruang jeda yang berharga sebelum mereka memasuki berbagai aktivitas pembelajaran di kelas.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menuturkan bahwa pembiasaan ibadah di pagi hari merupakan investasi karakter yang hasilnya tidak selalu terlihat secara instan, tetapi akan memberikan pengaruh besar dalam kehidupan murid di masa depan.
“Kami ingin membangun kebiasaan baik yang terus melekat dalam diri murid. Salat Dhuha dan Asmaul Husna mengajarkan ketekunan, kedisiplinan, serta kesadaran bahwa setiap usaha harus diiringi doa. Inilah fondasi penting untuk membentuk pribadi yang kuat secara spiritual maupun mental,” jelas Mafrudah.
Sementara itu, Guru Bimbingan dan Konseling MAN 1 Bantul, Candra Ade Pertiwi, S.Kom.I., menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan karakter yang efektif di tengah berbagai tantangan kehidupan remaja saat ini.
“Di era yang serba cepat seperti sekarang, murid membutuhkan ruang untuk menenangkan diri dan mengelola emosi. Melalui kegiatan ini, mereka belajar untuk lebih bersyukur, lebih sabar, dan lebih dekat dengan nilai-nilai kebaikan yang menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Salah satu murid kelas XI FD 3, Saka Regino, mengaku merasa lebih siap mengikuti pelajaran setelah mengikuti salat Dhuha dan pembacaan Asmaul Husna.
“Kalau pagi diawali dengan salat dan dzikir bersama, rasanya lebih semangat. Pikiran jadi lebih tenang dan suasana belajar juga terasa lebih nyaman. Kegiatan ini membuat kami lebih termotivasi untuk menjalani hari dengan baik,” tuturnya.
Melalui pembiasaan sederhana namun bermakna ini, MAN 1 Bantul terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan spiritual. Dengan hati yang tenang dan jiwa yang kuat, murid diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (ad)

