Asah Integritas, Siswa MAN 1 Bantul Hadapi ASAT dengan Kesungguhan

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) di MAN 1 Bantul resmi dimulai pada Rabu (3/6/2026). Bagi sebagian besar siswa, pekan asesmen sering kali diidentikkan dengan tekanan karena tuntutan menguasai materi pembelajaran demi mencapai hasil yang optimal. Namun, terdapat suasana berbeda dalam pelaksanaan ASAT tahun ini di MAN 1 Bantul. Mulai tampak pergeseran pola pikir (mindset) yang positif di kalangan siswa, di mana ujian tidak lagi dianggap sebagai momok, melainkan sebuah tantangan untuk bertumbuh sekaligus ajang mengasah integritas diri.

Suasana tenang dan tertib terlihat di setiap ruang kelas. Para siswa tampak fokus dan bersungguh-sungguh dalam membaca serta menjawab setiap butir soal yang diujikan. Pergeseran pola pikir ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan madrasah, guru, hingga para siswa sendiri.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa prestasi akademik memang penting, tetapi pembentukan karakter dan integritas jauh lebih utama.

“Kami sangat bangga melihat perubahan sudut pandang anak-anak kita. ASAT ini bukan sekadar alat untuk mengukur pencapaian akademik, tetapi juga menjadi cermin kejujuran dan daya juang mereka. Mengasah integritas sejak bangku sekolah merupakan modal utama untuk menjadi generasi yang unggul dan terpercaya di masa depan,” ungkap Mafrudah.

Senada dengan Kepala Madrasah, salah satu guru pengawas, Ema Priliawati, S.Si., mengungkapkan bahwa kesungguhan siswa tercermin dari persiapan yang matang dan kedisiplinan yang mereka tunjukkan selama mengikuti asesmen.

“Keinginan untuk memperoleh hasil terbaik tentu wajar. Namun, tahun ini kami melihat siswa lebih tenang dan percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri. Mereka memahami bahwa ketidakjujuran justru akan merugikan proses belajar yang telah dijalani. Hasil yang baik akan lebih bermakna apabila diperoleh melalui usaha dan kejujuran,” jelasnya.

Sementara itu, Shandy Aulia, siswa Kelas X E6 yang mengikuti ASAT, mengaku bahwa pada awalnya ia merasa terbebani dengan banyaknya materi yang harus dipelajari. Namun, ia berusaha mengubah sudut pandangnya agar dapat menjalani asesmen dengan lebih tenang.

“Awalnya saya sempat merasa terbebani karena banyak materi yang harus dipelajari. Namun, setelah dipikirkan kembali, jika terus dijadikan beban justru membuat kami tidak maksimal. Sekarang saya melihat ASAT sebagai tantangan untuk mengukur sejauh mana pemahaman saya terhadap materi yang telah dipelajari, sekaligus melatih diri untuk tetap jujur dalam setiap keadaan. Menghadapi ujian dengan kesungguhan membuat hasil yang diperoleh terasa lebih bermakna,” tutur Shandy optimistis.

Pelaksanaan ASAT di MAN 1 Bantul direncanakan berlangsung selama satu pekan ke depan. Pihak madrasah berharap momentum ini dapat terus menumbuhkan budaya jujur, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan visi MAN 1 Bantul untuk mencetak generasi madrasah yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual. Kegiatan ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)