Guru MAN 1 Bantul Tingkatkan Kompetensi Digital melalui Webinar Beyond the Screen

Bantul (MAN 1 Bantul) – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan perlindungan peserta didik di era digital ditunjukkan oleh guru-guru MAN 1 Bantul melalui partisipasi aktif dalam webinar bertajuk Beyond the Screen: Strategi Guru Menghadapi Tren Cyberbullying di Era Gen Alpha 2026.” Webinar ini dilaksanakan hari Rabu, (03/06/2026) pukul 07.30 – 13.00 WIB yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting atau youtube tersebut menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan dunia digital yang semakin kompleks, khususnya terkait fenomena cyberbullying yang kian marak di kalangan Generasi Alpha. Fenomena ini menjadi perhatian berbagai kalangan pendidikan karena tingginya intensitas interaksi digital peserta didik dan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Webinar ini menghadirkan berbagai materi yang relevan dengan kondisi pendidikan masa kini. Materi pertama ”Transformasi Guru dalam Deteksi dan Resolusi Konflik Digital” yang disampaikan oleh Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si. (Kabid GTK Disdik Kota Semarang dan kedua Beyon the Screen ”Strategi Guru Menghadapi Trend Cyberbullying di Era Gen Alpha.” Para guru diajak memahami karakteristik Generasi Alpha yang tumbuh berdampingan dengan teknologi digital sejak usia dini. Generasi ini memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, namun juga menghadapi berbagai risiko dunia maya, termasuk perundungan digital, penyalahgunaan media sosial, serta dampak psikologis akibat interaksi daring yang tidak sehat. Tantangan komunikasi dan pendampingan terhadap Generasi Alpha menjadi salah satu fokus penting dalam berbagai kajian pendidikan terkini.

Guru-guru MAN 1 Bantul mengikuti webinar dengan antusias. Mereka memperoleh wawasan tentang berbagai bentuk cyberbullying, tanda-tanda yang dapat dikenali pada peserta didik, serta strategi preventif yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya literasi digital, komunikasi empatik, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik dalam membangun budaya digital yang sehat dan aman. Pendekatan pendampingan yang humanis dan penguatan karakter menjadi aspek penting dalam menghadapi tantangan era digital.

”Guru tidak hanya bertugas mengajar materi pelajaran, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu membangun kesadaran siswa tentang etika berkomunikasi di dunia maya, menghargai perbedaan, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Mafrudah. Menurut Mafrudah, upaya menciptakan sekolah yang aman secara digital menjadi salah satu fokus penting pendidikan saat ini.

Partisipasi dalam webinar ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru MAN 1 Bantul dalam menghadapi dinamika pendidikan abad ke-21. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai cyberbullying dan karakteristik Generasi Alpha, para guru dapat merancang strategi pembelajaran dan pendampingan yang lebih efektif sehingga tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadi madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental, karakter, dan keamanan digital peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan semangat madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi. (nk)