Tumbuhkan Rasa Empati, MAN 1 Bantul Takziyah ke Rumah Duka Siswa yang Meninggal Dunia

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana duka menyelimuti keluarga besar MAN 1 Bantul pada Kamis (4/6/2026). Salah satu siswi kelas XE5, Afina Restu Gunawan, berpulang ke rahmatullah. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, pihak madrasah bersama perwakilan guru dan siswa melaksanakan takziyah ke rumah duka pada hari yang sama.

Kegiatan takziyah ini tidak hanya menjadi bentuk belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga diintegrasikan sebagai pembelajaran kontekstual bagi para siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta meningkatkan keimanan dengan mengambil hikmah dari peristiwa kematian. Selain itu, kunjungan ini menjadi sarana bagi madrasah untuk memberikan dukungan moral dan doa kepada keluarga almarhumah.

Rombongan MAN 1 Bantul disambut hangat oleh keluarga almarhumah. Dalam suasana penuh haru, guru dan siswa yang hadir mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam MAN 1 Bantul.

“Kami hadir di sini bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai keluarga besar yang turut merasakan kehilangan. Kepergian Afina merupakan duka bagi kami semua,” ungkap salah seorang guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya salah satu siswi terbaik MAN 1 Bantul.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar MAN 1 Bantul, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Afina Restu Gunawan. Kegiatan takziyah ini merupakan wujud nyata pendidikan karakter yang terus kami tanamkan di madrasah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang empati, kepedulian sosial, serta pentingnya mengambil pelajaran dari setiap peristiwa kehidupan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutur Mafrudah.

Wali kelas XE5, Lina Mutiasih, M.Pd., mengaku sangat kehilangan sosok Afina yang dikenal sebagai pribadi yang baik dan santun.

“Afina adalah anak yang baik, santun, dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Kepergiannya yang begitu mendadak tentu menjadi duka bagi kami semua. Melalui takziyah ini, kami mendampingi siswa untuk memberikan dukungan moral secara langsung kepada keluarga almarhumah. Ini menjadi momentum yang sangat berharga dalam mempererat ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para siswa,” ungkap Lina.

Sementara itu, salah satu teman sekelas almarhumah, Alpha Armadea Anzar, turut menyampaikan rasa kehilangannya.

“Kami sangat kehilangan Afina. Datang ke rumah duka bersama bapak dan ibu guru membuat kami menyadari pentingnya saling menguatkan saat menghadapi musibah. Kami mendoakan semoga Afina mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala kebaikannya menjadi amal jariyah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan takziyah diakhiri dengan penyerahan tali asih dari keluarga besar MAN 1 Bantul kepada keluarga almarhumah sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Diharapkan, kehadiran madrasah dapat memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi para siswa tentang arti empati, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS yang terus digaungkan MAN 1 Bantul, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. (Chr)