Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran Tahfidz, seluruh murid diwajibkan membaca Al-Qur’an secara mandiri sebagai bagian dari persiapan hafalan. Program ini dilaksanakan untuk mencapai target hafalan hingga Juz 2 sesuai dengan standar capaian pembelajaran tingkat Madrasah Aliyah (MA).
Selama proses pembelajaran, seluruh murid tampak fokus membaca dan menghafalkan ayat demi ayat, bahkan kata demi kata, sebelum menyetorkan hafalan kepada guru. Metode ini bertujuan agar bacaan siswa lebih tepat, hafalan lebih kuat, serta meminimalkan kesalahan saat proses penyetoran.
Perubahan target capaian dibandingkan sebelumnya membawa dampak positif terhadap kedisiplinan murid dalam mengikuti mata pelajaran Tahfidz. Mereka menjadi lebih bertanggung jawab dalam mengatur waktu belajar, lebih tekun berlatih, dan lebih siap ketika menyetorkan hafalan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi serta tanggapan yang sangat positif atas berjalannya program pembiasaan Al-Qur’an ini secara disiplin dan berkelanjutan.
“Program wajib membawa dan membaca Al-Qur’an ini merupakan langkah strategis dalam membina mentalitas serta spiritualitas peserta didik. Kami ingin memastikan bahwa Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup sehari-hari bagi seluruh siswa MAN 1 Bantul,” tegas Mafrudah.
Lebih jauh, Mafrudah menguraikan bagaimana program penegakan disiplin tahfidz dan pembacaan mushaf ini menjadi pilar utama pengejawantahan seluruh nilai dalam tagline CADAS Berkelas.
“Melalui kebiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten, kita membentuk iklim belajar yang kuat berlandaskan nilai Agamis dan mencetak generasi muda yang Berkarakter mulia, jujur, serta berakhlakul karimah. Aktivitas membaca dan menghafal ini secara ilmiah juga mempertajam otak, sehingga siswa tumbuh menjadi pribadi yang Cerdas dan Smart dalam menyerap ilmu pengetahuan, serta lebih Adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Program ini diterapkan secara Demokratis dan Anti-Diskriminasi untuk seluruh siswa tanpa terkecuali, serta menanamkan rasa kepedulian terhadap kebersihan mushaf dan nilai Cinta Lingkungan di mana pun mereka berinteraksi,” jelas Mafrudah secara menyeluruh.
Melalui kebiasaan membaca Al-Qur’an secara mandiri, murid diharapkan semakin terbiasa membaca dengan tartil, menghafal dengan benar, serta memiliki kemampuan hafalan yang lebih baik sesuai dengan standar capaian pembelajaran di tingkat Madrasah Aliyah. Program ini juga menjadi salah satu langkah untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Zid)

