Wujud Empati, Keluarga Besar MAN 1 Bantul Takziah ke Rumah Duka Ananda ‘Afina

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar MAN 1 Bantul. Sebagai bentuk empati dan rasa solidaritas yang tinggi, perwakilan guru, pegawai, bersama siswa-siswi kelas E5 melaksanakan takziah ke rumah duka salah satu siswi madrasah, ananda ‘Afina Restu Gunawan, pada Kamis (4/6/2026). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

Suasana takziah berlangsung penuh khidmat dan diselimuti rasa haru. Di bawah naungan tenda luar rumah duka, para perwakilan guru, serta para siswi kelas E5 tampak duduk dengan tertib di deretan kursi lipat merah. Mereka berkumpul bersama warga setempat untuk memanjatkan doa bersama bagi almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Menanggapi aksi solidaritas dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh warga madrasah ini, Kepala MAN 1 Bantul menyampaikan rasa haru sekaligus memberikan tanggapan mendalam. Beliau mengaitkan momentum takziah ini dengan penanaman nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tagline “Cadas Berkelas” (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).

​”Takziah yang dilaksanakan oleh bapak/ibu guru, pegawai, dan teman-teman kelas E5 merupakan perwujudan konkret dari pilar Agamis dan cerminan pribadi warga madrasah yang Berkarakter mulia. Di madrasah, kita tidak hanya menempa aspek intelektual agar anak-anak menjadi Cerdas dan Smart, tetapi kita juga senantiasa mengasah kecerdasan emosional dan spiritual mereka agar memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia yang sedang tertimpa musibah,” tutur Kepala MAN 1 Bantul.

Kepala Madrasah juga menambahkan bahwa kehadiran seluruh perwakilan kelas secara kompak menunjukkan ikatan kekeluargaan yang adil dan inklusif.​

“Aksi ini mencerminkan lingkungan madrasah yang Demokratis dan Anti Diskriminasi, di mana setiap anggota keluarga besar MAN 1 Bantul, tanpa memandang latar belakang, akan mendapatkan simpati, perhatian, dan pembelaan yang setara di saat duka maupun suka. Sifat yang Adaptif dari para guru dan siswa dalam menyisihkan waktu di tengah kesibukan akademik demi melayat, serta kesadaran untuk tetap menjaga ketertiban di lingkungan rumah duka dengan budaya Cinta Lingkungan, membuktikan bahwa kebiasaan baik di madrasah selalu dibawa ke mana pun mereka berada,” pungkas Kepala MAN 1 Bantul.

Melalui kegiatan takziah ini, diharapkan doa yang dipanjatkan bersama dapat memberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan bagi keluarga besar ananda ‘Afina Restu Gunawan, sekaligus semakin mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan di lingkungan MAN 1 Bantul sebagai madrasah yang unggul dan berkelas. (ska)