Tingkatkan Kompetensi, Tiga Guru Bahasa Arab MAN 1 Bantul Ikuti Workshop Analisis Materi Kurikulum Terbaru

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru, tiga guru mapel Bahasa Arab dari MAN 1 Bantul menghadiri kegiatan Workshop bertajuk “Analisis Materi Bahasa Arab MA sesuai dengan SK Dirjen Pendis 3305 Tahun 2025”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab MA Tingkat DI Yogyakarta ini berlangsung dengan khidmat di Aula MAN 1 Yogyakarta pada Selasa (9/6/2026).
MAN 1 Bantul mengirim tiga guru Bahasa Arab terbaiknya, Mukrimudin, S.Ag., Choir Rosyidi, S.S., M.Pd.I., dan Adam Surya Nugraha, S.Hum., M.Pd. Workshop ini digelar sebagai respons cepat para pendidik Bahasa Arab di wilayah DIY terhadap terbitnya regulasi baru dari Kementerian Agama. Fokus utama kegiatan adalah membedah, menganalisis, dan menyelaraskan materi pembelajaran agar sesuai dengan standar kompetensi terbaru yang tertuang dalam SK Dirjen Pendis Nomor 3305 Tahun 2025.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi aktif para guru dalam kegiatan linier seperti ini. Beliau menegaskan bahwa penyesuaian terhadap regulasi kurikulum terbaru adalah hal yang mutlak demi menjaga mutu lulusan madrasah.
“Kami sangat mendukung penuh keikutsertaan para guru Bahasa Arab MAN 1 Bantul dalam workshop ini. Penerapan SK Dirjen Pendis 3305 Tahun 2025 menuntut kesiapan materi dan metode pengajaran yang lebih segar dan kontekstual. Saya berharap, sepulang dari sini, ketiga guru kami dapat langsung mengimbaskan ilmunya kepada sejawat dan mengimplementasikannya di kelas, sehingga pembelajaran Bahasa Arab di MAN 1 Bantul semakin unggul dan adaptif.” ungkap Mafrudah.
Ketua MGMP Bahasa Arab MA Tingkat DI Yogyakarta, Mukrimuddin, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk menyamakan langkah dan pemahaman para guru di seluruh wilayah DIY agar tidak terjadi ketimpangan dalam implementasi kurikulum baru.
“Perubahan regulasi materi melalui SK Dirjen Pendis ini harus disikapi secara cepat dan terukur. Lewat workshop ini, kami ingin menyamakan persepsi seluruh guru Bahasa Arab MA di DIY. Kami membedah bagaimana memetakan materi, menyusun perangkat pembelajaran yang efektif, hingga merancang asesmen yang relevan. Kehadiran aktif rekan-rekan guru, termasuk dari MAN 1 Bantul, menunjukkan komitmen kolektif kita untuk terus maju bersama.” kata Mukrim.
Perwakilan guru peserta dari MAN 1 Bantul, Adam Surya Nugraha, M.Hum., mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya. Menurutnya, workshop ini memberikan panduan taktis yang sangat dibutuhkan oleh guru di garis depan pembelajaran.
“Workshop ini sangat mencerahkan dan membuka cakrawala baru bagi kami. Analisis mendalam mengenai SK Dirjen Pendis 3305 Tahun 2025 ini membuat kami paham bagian materi mana yang perlu diperkuat, disesuaikan, atau diperbarui. Ini modal berharga bagi kami bertiga untuk menyusun modul ajar yang lebih menarik dan relevan untuk tahun ajaran baru di MAN 1 Bantul.”
Kegiatan workshop yang berlangsung siang hingga sore hari ini berjalan interaktif, diisi dengan sesi pemaparan materi dari pakar kurikulum Bahasa Arab, diskusi kelompok per wilayah, dan presentasi hasil analisis materi. Melalui sinergi ini, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmentnya dalam mendukung pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi para pendidiknya. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)