Partisipasi MAN 1 Bantul dalam Bimtek Kader Keamanan Pangan Sekolah Tingkatkan Kualitas Pangan di Madrasah

Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan di lingkungan pendidikan, kepala madrasah, guru, pegawai dan orang tua siswa mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Sekolah yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Yogyakarta, berlokasi di Jalan Tompeyan I, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti masing-masing 4 orang dari 11 sekolah yang terdiri  dari kabupaten dan kota yang ada di Propinsi DIY yang dipersiapkan menjadi kader keamanan pangan guna mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang sehat dan aman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun budaya sadar keamanan pangan di lingkungan sekolah dan madrasah melalui pembentukan kader yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap pangan yang aman dikonsumsi. Adapun tujuannya adalah membekali peserta dengan pemahaman tentang prinsip-prinsip keamanan pangan, cara memilih jajanan sehat, mengenali pangan yang mengandung bahan berbahaya, serta mengedukasi warga sekolah agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai tugas dan fungsi BPOM, standar keamanan pangan, identifikasi pangan yang memenuhi ketentuan, serta strategi pengawasan pangan di lingkungan sekolah. Materi disampaikan secara interaktif melalui paparan, diskusi, studi kasus, dan praktik sederhana sehingga peserta dapat memahami penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan tersebut, kader keamanan pangan diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi teman sebaya maupun warga madrasah lainnya.

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kesadaran seluruh warga madrasah tentang pentingnya mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi. Selain itu, kader yang telah mendapatkan pelatihan dapat berperan aktif dalam mengampanyekan keamanan pangan, melakukan pengawasan sederhana terhadap jajanan di lingkungan sekolah, serta mendorong kantin madrasah untuk menyediakan makanan yang memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.

Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pangan di madrasah. Melalui keterlibatan kader keamanan pangan, madrasah dapat membangun sistem pengawasan pangan yang lebih baik, mengurangi risiko konsumsi pangan yang tidak aman, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Dengan demikian, kesehatan peserta didik dapat terjaga sehingga mendukung peningkatan konsentrasi belajar, prestasi akademik, dan kualitas sumber daya manusia yang unggul di masa depan. (Ipg)