Bantul (MAN 1 Bantul) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul melaksanakan gerakan bertajuk GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak) pada Jumat (26/6/2026). Sebuah gerakan yang melibatkan ayah secara aktif dalam pendidikan anak melalui kegiatan mengambil rapor di sekolah. Gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kemenag menindaklanjuti gerakan tersebut pada semua level madrasah, baik RA, MI, MTs, maupun MA. Madrasah ingin memberikan ruang sekaligus menegaskan maksud bahwa figur ayah memiliki porsi tanggung jawab yang sama besar dan krusial dalam mengawal setiap fase tumbuh kembang akademis serta mental anak di lembaga formal.
Tujuan utama dari dicanangkannya program GEMAR ini adalah untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan Pendidikan anak sejak dini, membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan anak, menumbuhkan kesiapan anak dalam proses belajar, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia menuju Indonesia emas 2045. Kepala MAN 1 Bantul menyatakan bahwa kehadiran fisik seorang ayah di madrasah membawa pesan moral yang kuat bagi murid, bahwa mereka didukung penuh oleh ayahmya dalam menuntut ilmu.

Sejak pagi hari, para ayah dan Ibu meluangkan waktu mereka di hari kerja Pelaksanaan kegiatan dimulai di masjid untuk sosialisai dan informasi oleh Kepala madrasah dan Ketua komite, dilanjutkan di ruang kelas. Orang tua mengisi absensi, dan secara bergantian menemui wali kelas untuk menerima laporan hasil belajar siswa. Prosesi pembagian rapor dikemas secara interaktif melalui dialog dua arah antara guru dan ayah mengenai capaian akademis serta kendala belajar siswa selama satu semester.
Gerakan ini terbukti membawa dampak psikologis yang sangat positif dan signifikan, terutama pada peningkatan rasa percaya diri para siswa di tingkat Aliyah. Berdasarkan pantauan di lapangan, wajah-wajah ceria dan bangga terpancar jelas dari para siswa saat melihat ayah mereka duduk di bangku kelas dan berbicara langsung dengan wali kelas mereka. Tim bimbingan konseling madrasah mencatat bahwa keterlibatan aktif ayah dalam momen krusial seperti ini berdampak langsung pada penurunan tingkat kecemasan remaja dan secara drastis memicu lonjakan motivasi belajar mereka untuk menghadapi semester yang akan datang karena merasa lebih dihargai dan dicintai.
Dalam jangka panjang, manfaat besar dari program GEMAR ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, melainkan juga membawa kebaikan bagi keharmonisan keluarga dan kemajuan pihak madrasah. Bagi lingkungan domestik, manfaat nyata terlihat dari mulai terbangunnya kultur diskusi dan pembagian peran pengasuhan yang setara antara ayah dan ibu di rumah terkait pendidikan anak. Sementara bagi MAN 1 Bantul, guru-guru kini menjadi lebih mudah melakukan koordinasi atau intervensi dini terhadap kendala belajar siswa karena pihak ayah telah berkomitmen untuk ikut turun tangan mengawasi fasilitas, ibadah, dan waktu belajar anak di rumah. (Ipg)

