BANTUL (MAN 1 BANTUL)– Suasana halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul tampak berbeda pada Jumat (3/7/2026). Puluhan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terlihat kompak dan antusias memegang sekop serta cangkul. Mereka bahu-membahu menanam bibit pohon alpukat jumbo di berbagai titik strategis lingkungan madrasah.
Aksi penghijauan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata MAN 1 Bantul dalam mendukung dan menyukseskan program Madrasah Adiwiyata. Pohon alpukat jumbo sengaja dipilih karena dinilai memiliki fungsi ganda (multiguna), yaitu sebagai sarana edukasi konservasi lingkungan sekaligus aset strategis untuk ketahanan pangan lokal di masa depan.
Keberadaan tanaman ini secara langsung mendukung tiga komponen utama Adiwiyata. Pertama, Kebijakan Berwawasan Lingkungan: Mengintegrasikan kelestarian alam ke dalam regulasi dan budaya madrasah. Kedua, Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan: Menjadi laboratorium alam bagi siswa untuk belajar biologi dan lingkungan hidup. Ketiga, Pengelolaan Sarana Pendukung: Memanfaatkan lahan kosong menjadi area produktif dan asri.
Kegiatan positif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran pimpinan MAN 1 Bantul.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Penanaman alpukat jumbo ini adalah investasi jangka panjang, baik untuk bumi maupun untuk generasi mendatang. Melalui program Adiwiyata, kami ingin menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada seluruh warga madrasah. Kami berharap, pohon-pohon ini nantinya tidak hanya menghijaukan madrasah, tetapi buahnya yang melimpah juga bisa dinikmati bersama sebagai simbol ketahanan pangan kita.” ungkap Mafrudah.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum (Wakabid Kurikulum), Bin Umaryati, S.Pd., mengomentari pentingnya penanaman pohon alpukat jumbo ini sebagai sarana projek pembelajaran.
“Dari sudut pandang akademik, pohon alpukat jumbo ini akan menjadi sarana projek pembelajaran (P5-RA) yang sangat kaya. Siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi bisa langsung mengamati proses pertumbuhan, perawatan tanaman, hingga perhitungan ekonomi saat panen nanti. Ini adalah wujud nyata dari kurikulum berbasis lingkungan.” jelas Bin Umaryati.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KATU), Martiningsih, S.Pd.I. menyatakan siap mengawal tumbuh kembangnya pohon alpukat jumbo ini.
“Kami dari pihak manajemen dan sarana prasarana siap mengawal pemeliharaan pohon-pohon ini agar tumbuh dengan optimal. Penataan fasilitas pendukung, sistem penyiraman, dan perawatan berkala sudah kami jadwalkan. Kami ingin memastikan bahwa aset hijau ini terjaga dengan baik dan halaman madrasah tetap rapi, bersih, dan estetik.” tutur Martiningsih.
Dengan adanya sinergi antara kepala madrasah, tim kurikulum, tata usaha, serta seluruh GTK, MAN 1 Bantul semakin mantap melangkah menuju madrasah yang hijau, edukatif, dan mandiri secara pangan. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

