Menguatkan Sinergi dan Budaya Mutu, MAN 1 Bantul Gelar Raker 2026 dan Luncurkan Berbagai Inovasi Menuju Madrasah CADAS BERKELAS

(YOGYAKARTA-MAN 1 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Burza Hotel Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Mengusung tema “Menguatkan Sinergi dan Budaya Mutu untuk Mewujudkan MAN 1 Bantul yang Maju, Bermutu, dan Mendunia”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja madrasah selama satu tahun ke depan. Rangkaian kegiatan tersebut sesuai dengan agenda yang telah disusun dalam rundown pelaksanaan Raker MAN 1 Bantul.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Raker tahun ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah diawali dengan empat kali Pra Rapat Kerja dan Pleno Hasil Pra Raker pada 7 Juli 2026. Menurutnya, setiap bidang telah menyusun program secara matang sehingga hasil Raker diharapkan menjadi pedoman pelaksanaan seluruh kegiatan madrasah selama satu tahun mendatang.

“Rapat kerja ini mengusung tema Menguatkan Sinergi dan Budaya Mutu untuk Mewujudkan MAN 1 Bantul yang Maju, Bermutu, dan Mendunia. Harapan kami, seluruh keputusan dan dokumen yang dihasilkan benar-benar menjadi acuan dalam mewujudkan program-program madrasah sehingga target yang telah direncanakan dapat tercapai dengan baik,” ujar Mafrudah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan berbagai agenda strategis, di antaranya pengukuhan Tim Zona Integritas (ZI) sebagai bentuk komitmen MAN 1 Bantul menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dengan harapan dapat lolos pada tahap Penilaian Internal. Selain itu, dilaksanakan pula pengukuhan Tim Ekoteologi sebagai implementasi program mandatori Kementerian Agama dalam penguatan kepedulian terhadap lingkungan.

Momentum Raker semakin istimewa dengan peluncuran dua inovasi baru MAN 1 Bantul, yaitu BUCIN LINDA (Budaya Cinta Lingkungan Indah) sebagai inovasi bidang ekoteologi dan GEMATI (Gerakan GTK Mandiri Tanpa Diladeni) yang bertujuan membangun budaya kemandirian di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Bersamaan dengan itu, MAN 1 Bantul juga secara resmi meluncurkan tagline CADAS BERKELAS sebagai identitas dan semangat baru madrasah, serta membentuk Tim LENTERA yang bertugas memetakan berbagai event dan kompetisi agar semakin banyak siswa memperoleh kesempatan berprestasi.

Agenda berikutnya diisi dengan penandatanganan Pakta Integritas Zona Integritas oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan, penyerahan Surat Keputusan Wakil Kepala Madrasah dan Kepala Unit Keagamaan, serta penandatanganan dokumen hasil Raker sebagai bentuk komitmen bersama dalam melaksanakan seluruh program yang telah disepakati. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola madrasah menuju pelayanan yang profesional dan berintegritas.
Ketua Komite MAN 1 Bantul, HM. Temu Panggih Raharjo, S.Pd., S.E., M.M., menyampaikan bahwa rapat kerja merupakan agenda rutin yang memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi seluruh warga madrasah.

“Rapat kerja memang menjadi rutinitas setiap tahun, namun yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi seluruh guru dan tenaga kependidikan sehingga pelayanan pendidikan di MAN 1 Bantul semakin berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, H. Aminuddin, S.Ag., M.Si., yang secara resmi membuka kegiatan Raker menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara harus memegang prinsip 3M, yaitu menaati aturan, melaksanakan tugas dan fungsi, serta menjalankan seluruh program mandatori Kementerian Agama seperti Asta Protas, Penguatan Manajemen Perubahan (PMP), Zona Integritas, dan program prioritas lainnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja 5K, yakni Komitmen, Konsisten, Komunikasi, Kolaborasi, dan Kontribusi, sebagai fondasi utama dalam mewujudkan organisasi yang profesional dan berkinerja tinggi.

Dalam arahannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa rapat kerja tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial maupun rutinitas tahunan semata.

“Rapat kerja adalah forum untuk merumuskan dan memutuskan program kerja madrasah yang mengikat seluruh guru dan pegawai. Keunggulan-keunggulan madrasah di DIY harus terus disebarluaskan melalui tim-tim pendamping sehingga praktik baik dapat ditularkan kepada madrasah lain. Semoga Rapat Kerja ini menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan MAN 1 Bantul,” tuturnya.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta mendapatkan penguatan soft skill dari Dr. Muqowim, M.Ag., Lektor Kepala sekaligus Direktur Center for Teaching Staff Development (CTSD) UIN Sunan Kalijaga dan Founder Rumah Kearifan. Melalui materi yang disampaikan, guru dan tenaga kependidikan didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri, kepemimpinan, serta budaya kerja yang adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era yang terus berkembang.

Melalui Raker Tahun 2026 ini, MAN 1 Bantul meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, memperkuat budaya mutu, serta meningkatkan kolaborasi seluruh warga madrasah dalam mewujudkan madrasah yang Maju, Bermutu, Mendunia, sekaligus semakin mengukuhkan identitas sebagai madrasah CADAS BERKELAS. (Mry)