BANTUL (MAN 1 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Anggaran 2026 bertempat di Burza Hotel, Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026). Raker kali ini terasa berbeda dengan adanya sesi Penguatan Soft Skill Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang menghadirkan narasumber pakar, Dr. Muqowim, M.Ag. Beliau merupakan Lektor Kepala sekaligus Direktur Center for Teaching Staff Development (CTSD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam paparannya yang interaktif dan mencerahkan, Dr. Muqowim membedah psikologi kerja dalam dunia pendidikan. Menurutnya, profesi pendidik dan tenaga kependidikan dapat dipetakan ke dalam tiga jenis orientasi kerja yang berbeda, yaitu Job (pekerjaan), Career (karier), dan Calling (panggilan jiwa). Orientasi inilah yang pada akhirnya menentukan bagaimana seorang GTK memandang makna, motivasi, serta dedikasi mereka di madrasah.
“Jika bekerja hanya dianggap sebagai Job, maka orientasinya sekadar menuntaskan jam kerja dan menerima gaji. Jika dianggap Career, fokusnya adalah mengejar kenaikan pangkat, jabatan, atau prestise personal. Namun, yang kita butuhkan di madrasah ini adalah Calling atau panggilan jiwa,” tegas Dr. Muqowim.
Lebih lanjut, beliau berharap seluruh GTK MAN 1 Bantul mampu menginternalisasi orientasi Calling ini dalam keseharian. Seorang pendidik yang memiliki panggilan jiwa akan meyakini sepenuh hati bahwa mengajar adalah tujuan hidupnya yang berdampak besar bagi masa depan murid-murid. Fokus utamanya senantiasa tertuju pada pertumbuhan karakter dan keberhasilan siswa, dengan motivasi yang bersumber dari kepuasan batin yang mendalam, rasa cinta pada ilmu, serta kepedulian tulus terhadap generasi penerus. Karena dedikasinya yang tinggi, mereka bahkan sering kali melampaui batas jam kerja formal demi memastikan perkembangan optimal anak didiknya.
Sesi penguatan ini mendapat respons yang sangat positif dari berbagai elemen madrasah yang berkomitmen untuk menyelaraskan visi kerja mereka.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menanggapi serius motivasi tersebut.
“Materi dari Dr. Muqowim ini menjadi pemantik semangat sekaligus bahan refleksi yang luar biasa bagi kita semua di awal tahun anggaran 2026. Kami ingin memastikan bahwa seluruh program kerja yang dirumuskan dalam Raker ini tidak hanya sukses secara administratif, tetapi digerakkan oleh hati. Menjadikan profesi kita sebagai Calling akan mengubah atmosfer madrasah menjadi lingkungan belajar yang penuh kasih sayang, berfokus pada karakter, dan mampu melahirkan generasi unggul yang hebat bermartabat.” ujar Mafrudah.
Guru Bahasa Indonesia, Nur Hasanah, S.Pd., berpendapat yang sama dengan Kepala Madrasah.
“Pemaparan tadi benar-benar menyentuh sisi terdalam kami sebagai guru. Di tengah kesibukan administrasi, terkadang kita lupa esensi utama keikhlasan mendidik. Konsep Calling ini mengingatkan kami kembali bahwa setiap detik di dalam kelas adalah investasi masa depan bagi siswa. Ketika kita melihat pertumbuhan karakter anak-anak, di situlah letak kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan materi.” ujar Nur Hasanah.
Sementara itu perwakilan dari Tenaga Kependidikan (Tendik), Sugiyat, sependapat dengan naras umber.
“Meskipun kami bertugas di bagian pelayanan administrasi dan support system, konsep Calling ini sangat relevan. Pelayanan yang prima di tata usaha atau sarana prasarana juga berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa. Kami berkomitmen untuk bekerja dengan hati dan dedikasi tinggi, memastikan seluruh operasional madrasah berjalan lancar demi mendukung keberhasilan anak didik kami.” pungkas Sugiyat.
Melalui momentum Rapat Kerja 2026 ini, MAN 1 Bantul siap melangkah lebih solid dengan jajaran GTK yang tidak sekadar bekerja demi profesi, melainkan mengabdi demi panggilan suci mendidik bangsa. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

