BANTUL (MAN 1 Bantul) – “Selamat bergabung di MAN 1 Bantul! Kalian bukan sekadar calon murid baru. Kalian adalah agen perubahan yang akan membawa semangat cinta dan kepedulian lingkungan.” Kalimat pembuka tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 1 Bantul, Arfi Nurdiyantoro, saat memberikan materi pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi kepada para murid baru pada acara Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di Masjid MAN 1 Bantul, Senin (13/7/2026).
Arfi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menjadikan kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama, bukan sekadar mengejar nilai rapor. Kurikulum ini bertujuan melahirkan generasi yang humanis, nasionalis, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. “Madrasah harus menjadi rumah yang aman dan nyaman. Di sinilah kalian tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar menjadi manusia yang berempati dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan ratusan murid baru yang duduk khidmat di masjid.
Dalam pemaparannya, Arfi juga memperkenalkan Ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan amanah sebagai khalifah di bumi. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, “Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi). Dari hadis ini, Arfi menegaskan bahwa menanam pohon, menjaga kebersihan, dan tidak merusak lingkungan adalah sedekah yang terus mengalir pahalanya. “Sampah dan polusi adalah dosa ekologis. Sedangkan menanam pohon dan menjaga kelestarian alam adalah bentuk cinta kita kepada Allah dan ciptaan-Nya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arfi mengajak para murid baru untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Beberapa aksi sederhana yang bisa dilakukan antara lain membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, hemat air dan energi. “Kalian tidak harus menjadi pahlawan super untuk menyelamatkan bumi. Cukup mulai dari hal kecil: membuang sampah dengan benar, menyapa teman yang terlihat sendiri, dan belajar dengan sungguh-sungguh. Mulailah dari diri sendiri, dari sekarang,” pesannya penuh semangat.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan dukungannya. “Pesan yang disampaikan oleh Waka Kurikulum sangat tepat untuk membekali murid baru sejak awal. Kami ingin mereka menjadi cendekiawan yang cerdas secara akademik, namun juga memiliki hati yang peka dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inilah karakter yang ingin kami bentuk di MAN 1 Bantul: cendekiawan berhati yang sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi)” ujarnya. Kegiatan MATAMUDA ini akan berlangsung selama lima hari ke depan dengan berbagai materi pengenalan lingkungan madrasah, budaya belajar, serta program-program unggulan MAN 1 Bantul. (arf)

