BANTUL (MAN 1 Bantul) – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) MAN 1 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada murid baru melalui demonstrasi pertolongan pertama pada rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah pada Jumat (17/7/2026) tersebut menjadi salah satu media pengenalan ekstrakurikuler yang edukatif sekaligus inspiratif.
Dalam demonstrasi tersebut, anggota PMR memperagakan berbagai keterampilan dasar yang dimiliki relawan muda, mulai dari penanganan korban pingsan, pembalutan luka, pembidaian pada korban patah tulang, hingga proses evakuasi menggunakan ambulans. Seluruh rangkaian simulasi diperagakan secara sistematis sesuai prosedur pertolongan pertama sehingga memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi dedikasi anggota PMR yang telah mempersiapkan demonstrasi dengan baik sebagai sarana edukasi bagi murid baru.
“PMR bukan hanya mengajarkan keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga membentuk karakter peduli, tanggap, disiplin, dan rela menolong sesama. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada seluruh murid sejak awal mereka menjadi bagian dari keluarga besar MAN 1 Bantul,” ujar Mafrudah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Junardi, M.S.I., menjelaskan bahwa demonstrasi PMR menjadi bagian dari upaya madrasah memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mampu mengembangkan karakter dan keterampilan murid.
“Kami ingin murid baru melihat secara langsung bahwa PMR bukan sekadar ekstrakurikuler, tetapi wadah untuk belajar kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Melalui demonstrasi ini, mereka dapat memahami bagaimana keterampilan sederhana dalam pertolongan pertama dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain,” jelas Junardi.
Selain menyaksikan simulasi, murid baru juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri, memberikan pertolongan pertama yang tepat, serta segera menghubungi tenaga kesehatan ketika menghadapi kondisi darurat. Edukasi tersebut menjadi bekal awal untuk menumbuhkan budaya siaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Koordinator PMR MAN 1 Bantul, Candra Ade Pertiwi, S.Kom.I., menyampaikan bahwa seluruh simulasi yang ditampilkan merupakan hasil latihan rutin anggota PMR sebagai bekal menghadapi berbagai kegiatan di madrasah maupun di masyarakat.
“Kami berharap demonstrasi ini tidak hanya menarik perhatian murid baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang dapat menjadi penolong bagi sesama apabila memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama. Semoga semakin banyak murid yang tertarik bergabung dan bersama-sama mengembangkan semangat kemanusiaan di MAN 1 Bantul,” ungkap Candra.
Antusiasme peserta MATAMUDA terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap adegan simulasi dengan penuh perhatian dan memberikan apresiasi kepada anggota PMR yang tampil percaya diri serta profesional. Demonstrasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ekstrakurikuler PMR MAN 1 Bantul tidak hanya berorientasi pada keterampilan medis dasar, tetapi juga pada pembentukan karakter yang peduli, tanggap, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, mampu bekerja sama, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan implementasi CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) sebagai budaya yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah. (ad).

