Pengajian Keluarga MAN 1 Bantul Perkuat Keimanan Melalui Empat Amalan Mulia

Bantul (MAN 1 Bantul) – MAN 1 Bantul menggelar Pengajian Keluarga pada Sabtu (25/7/2026) di Aula MAN 1 Bantul. Kegiatan yang diikuti oleh keluarga besar MAN 1 Bantul ini menghadirkan K.H. Muhammad Husnul Fahmi dari Pondok Pesantren Nahdlatusy Syubban sebagai penceramah. Pengajian diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan madrasah.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Pengajian Keluarga “Mutiara” menjadi ajang silaturahmi keluarga besar MAN 1 Bantul  sekaligus sebagai agenda pembinaan yang berkelanjutan dalam membangun budaya madrasah yang religius dan berkarakter. Melalui penguatan nilai-nilai pemaaf, kepedulian sosial, kemampuan menjaga diri dari perbuatan maksiat, serta keberanian menegakkan kebenaran, keluarga besar MAN 1 Bantul diharapkan semakin kokoh dalam keimanan, harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, dan mampu menjadi teladan dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berakhlak mulia, dan berintegritas.

Dalam tausiyahnya, K.H. Muhammad Husnul Fahmi menyampaikan materi tentang empat perkara yang berat dilakukan, namun memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Pertama, memaafkan ketika sedang marah, karena mampu menahan amarah merupakan tanda kematangan iman dan akhlak. Kedua, tetap bersikap dermawan saat berada dalam kesulitan, sebagai wujud keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama meskipun dalam keterbatasan.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menjauhi kemaksiatan ketika sedang sendirian, sebab pengawasan Allah SWT tidak pernah terputus meskipun tidak ada manusia yang melihat. Selain itu, seorang muslim juga dituntut memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa atau orang yang ditakuti, dengan tetap mengedepankan hikmah, adab, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab.

Pengajian berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian semaan 1 Juz, asmaul husna, tahlil, sambutan, penyampaian tausiyah, doa bersama, serta silaturahmi antarkeluarga besar madrasah. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Momentum ini menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara guru, tenaga kependidikan, dan keluarga dalam suasana yang religius.(Ipg)