Bantul (MAN 1 Bantul)– Guru Geografi MAN 1 Bantul, Suharyono, S.Pd., mengikuti kegiatan Kunjungan Ilmiah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan di Museum Karst Indonesia, Wonogiri, pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru Geografi MA dari seluruh DIY sebagai wadah penguatan kompetensi profesional sekaligus memperluas wawasan mengenai bentang alam karst Indonesia yang memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan konservasi yang tinggi. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari sejarah pembentukan kawasan karst, karakteristik geomorfologi, potensi sumber daya alam, hingga pentingnya pelestarian lingkungan berbasis ekosistem karst.
Selain mengikuti pemaparan materi dari narasumber Museum Karst Indonesia, para peserta juga melakukan observasi langsung terhadap berbagai koleksi geologi, diorama, fosil, serta media pembelajaran interaktif yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Geografi di madrasah. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya inovasi pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.
Partisipasi Suharyono dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen MAN 1 Bantul untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Hasil dari kunjungan ilmiah ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran Geografi, khususnya pada materi litosfer, bentang alam karst, mitigasi bencana, konservasi lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas keikutsertaan guru dalam kegiatan tersebut.
“Kami mendukung penuh setiap guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui forum MGMP dan kegiatan ilmiah seperti ini. Pengalaman belajar di Museum Karst Indonesia diharapkan menjadi inspirasi dalam menghadirkan pembelajaran Geografi yang lebih kontekstual, inovatif, dan mampu menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap kelestarian lingkungan. Semangat belajar sepanjang hayat merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing,” tutur Mafrudah.
Keikutsertaan guru MAN 1 Bantul dalam forum MGMP ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi visi madrasah dalam membangun budaya belajar kolaboratif, meningkatkan profesionalisme pendidik, serta memperkuat jejaring akademik antar guru Geografi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selaras dengan semangat tersebut, MAN 1 Bantul terus mengembangkan budaya kerja dan pembelajaran yang berlandaskan Tagline “CADAS BERKELAS”, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk pendidik yang profesional sekaligus peserta didik yang unggul, berwawasan lingkungan, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semoga melalui kegiatan MGMP Geografi ini, para guru semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta. (shy)

