BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana haru menyelimuti keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul pada Kamis pagi (30/7/2026). Kabar duka menghampiri madrasah setelah ibunda dari Saka Regino Putra Sena, siswa kelas XII FL 3, yaitu Ibu Deny Dwi Kurniawati, tutup usia.
Menanggapi kabar tersebut, perwakilan keluarga besar MAN 1 Bantul yang terdiri dari jajaran pimpinan, guru, tenaga kependidikan, serta rekan-rekan siswa langsung bergerak menuju rumah duka di Perum Graha Yasa RT 08, Padukuhan Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul untuk melaksanakan takziyah (melayat).
Kegiatan takziyah dari institusi pendidikan ke rumah orang tua murid yang sedang berduka ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan memiliki manfaat besar dalam memperkuat hubungan emosional antara pihak sekolah dan keluarga. Lebih dari itu, momen ini menjadi sarana pendidikan karakter secara nyata bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan empati di kehidupan bermasyarakat.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhumah.
“Kami atas nama keluarga besar MAN 1 Bantul turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ibunda dari ananda Saka. Kehadiran kami di sini adalah bentuk rasa kekeluargaan dan kepedulian. Kami berdoa semoga almarhumah diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan—khususnya ananda Saka—diberikan ketabahan serta kekuatan.” ungkap Mafrudah.
Perwakilan guru, wali kelas XII FL 3, Toni Poerwanti, S.Pd., M.Pd., juga menekankan pentingnya memberikan pendampingan moral bagi siswa yang sedang tertimpa musibah.
“Musibah ini tentu berat bagi Saka yang saat ini berada di kelas XII. Sebagai orang tua kedua di sekolah, kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh, baik secara emosional maupun akademik, agar ananda Saka tetap semangat menempuh pendidikannya.” ujar Toni Poerwanti.
Sementara itu, Saka Regino Putra Sena (Siswa Kelas XII FL 3), mewakili keluarga yang berduka, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian dan dukungan dari pihak madrasah.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak/Ibu guru dan teman-teman dari MAN 1 Bantul yang sudah datang mendoakan almarhumah ibu saya dan menguatkan saya secara langsung. Kehadiran keluarga besar madrasah sangat berarti bagi saya dan keluarga di masa-masa sulit ini.” ujarnya terbata-bata.
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa MAN 1 Bantul tidak hanya berfokus pada capaian akademis, tetapi juga konsisten menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada seluruh warga madrasah. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

