Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana Jumat pagi di MAN 1 Bantul terasa berbeda. Setelah kegiatan duha, murid tidak langsung beranjak pada aktivitas pembelajaran seperti biasanya. Mereka justru membuka buku fiksi masing-masing, membaca dengan tenang, lalu mencermati setiap cerita untuk menemukan pesan dan nilai karakter yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Jumat Literasi Ceria yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) pada jam pertama. Kegiatan dirancang tidak hanya untuk membiasakan murid membaca, tetapi juga melatih mereka menemukan makna dan pembelajaran dari bacaan yang dibaca.
Sejak awal kegiatan, guru pendamping mengondisikan kelas agar suasana membaca berlangsung nyaman dan kondusif. Murid kemudian membaca buku fiksi yang telah mereka siapkan secara mandiri. Di tengah aktivitas membaca, mereka diminta mencatat nilai karakter yang ditemukan sekaligus menyertakan bukti dari cerita yang menunjukkan nilai tersebut.
Berbagai nilai karakter dapat ditemukan murid melalui tokoh, peristiwa, maupun konflik dalam cerita. Nilai seperti tanggung jawab, disiplin, kerja keras, toleransi, kepedulian, dan pantang menyerah menjadi bagian yang dapat mereka identifikasi dari pengalaman tokoh-tokoh dalam buku.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan literasi perlu dikembangkan menjadi aktivitas yang bermakna sehingga murid tidak hanya membaca, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari apa yang dibacanya.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagaimana murid mampu memahami, mengambil nilai positif, dan menghubungkannya dengan kehidupan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap budaya membaca tumbuh sekaligus karakter murid semakin kuat,” ungkap Mafrudah.
Menurutnya, buku fiksi memiliki potensi besar untuk menjadi media pembelajaran karakter karena murid dapat belajar melalui pengalaman tokoh dan berbagai persoalan yang disajikan dalam cerita.
“Ketika murid menemukan sendiri nilai karakter dari sebuah cerita, proses belajarnya menjadi lebih dekat dan bermakna. Mereka tidak hanya diberi tahu tentang karakter yang baik, tetapi menemukan contohnya melalui bacaan,” lanjutnya.
Setelah menyelesaikan kegiatan membaca, murid mengisi Google Form Data Buku dan Nilai Karakter. Mereka mencantumkan identitas buku yang dibaca serta nilai karakter yang berhasil ditemukan beserta bukti dari cerita. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dokumentasi dan refleksi sederhana terhadap pengalaman membaca murid.
Jumat Literasi Ceria menjadi salah satu ikhtiar MAN 1 Bantul dalam membangun budaya literasi yang menyenangkan, reflektif, dan berkelanjutan. Literasi ditempatkan bukan hanya sebagai kegiatan membaca buku, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir, memahami informasi, berkomunikasi, dan membangun karakter.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat CADAS BERKELAS: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui kebiasaan membaca dan menemukan nilai positif dari bacaan, murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Dari halaman-halaman buku yang mereka baca, murid belajar bahwa setiap cerita selalu memiliki sesuatu untuk dipetik. Sebuah kebiasaan sederhana—membaca, menemukan, dan merefleksikan—diharapkan menjadi langkah kecil menuju budaya literasi yang semakin kuat di MAN 1 Bantul. (mry)

