Bantul (MAN 1 Bantul) – Rangkaian pembiasaan keagamaan siswa kelas X MAN 1 Bantul pada Selasa (4/8/2026) tidak berhenti setelah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah. Usai menunaikan ibadah, para siswa melanjutkan kegiatan dengan mujahadah bersama sebagai bagian dari penguatan spiritual dan pembentukan karakter peserta didik.
Suasana khidmat menyelimuti kegiatan mujahadah. Para siswa mengikuti rangkaian doa dan dzikir dengan tertib dan penuh penghayatan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi peserta didik untuk menenangkan diri, mendekatkan diri kepada Allah Swt., serta memanjatkan doa untuk kebaikan diri, keluarga, madrasah, dan masa depan mereka.
Mujahadah bersama menjadi pelengkap pembiasaan salat Dhuha. Jika salat Dhuha menjadi bentuk ibadah, mujahadah memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan refleksi dan memperkuat kesadaran spiritual. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk membangun kebiasaan berdoa, berserah diri, sekaligus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah membangun karakter peserta didik secara utuh.
“Setelah salat Dhuha, kita lanjutkan dengan mujahadah agar anak-anak memiliki ruang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas di madrasah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual yang mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Mafrudah.
Menurutnya, pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, rendah hati, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan pendidikan peserta didik di madrasah.
Rangkaian salat Dhuha dan mujahadah bersama juga memperkuat implementasi tagline MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai Agamis dan Berkarakter menjadi bagian utama melalui pembiasaan ibadah dan penguatan akhlak peserta didik.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik. Ada dimensi spiritual dan karakter yang perlu terus dirawat agar peserta didik mampu tumbuh menjadi pribadi yang seimbang.
Melalui salat Dhuha yang dilanjutkan mujahadah, MAN 1 Bantul terus menanamkan kebiasaan baik kepada siswa kelas X. Dari doa yang dilantunkan bersama, diharapkan tumbuh keteguhan hati, semangat belajar, dan karakter positif yang menjadi bekal siswa dalam menapaki masa depan.(wnd)

