Bantul (MAN 1 Bantul) — Pembelajaran Sosiologi di kelas E2 berlangsung dengan suasana aktif, kreatif, dan kolaboratif. Pada kegiatan ini, peserta didik belajar mengenal tokoh-tokoh Sosiologi beserta pemikirannya melalui Ecomedia Pop Art Book yang dipadukan dengan metode tutor sebaya (5/8/2026).
Ecomedia Pop Art Book merupakan media pembelajaran berbentuk buku visual yang menampilkan berbagai tokoh Sosiologi beserta teori dan konsep yang dikembangkan. Media tersebut menghadirkan tokoh-tokoh seperti Auguste Comte, Karl Marx, Émile Durkheim, Max Weber, dan tokoh Sosiologi lainnya dalam tampilan yang menarik sehingga materi yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Dalam kegiatan pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi dari guru. Mereka diberikan kesempatan untuk saling belajar dan berbagi pemahaman melalui metode tutor sebaya. Siswa yang telah memahami materi membantu menjelaskan kepada teman-temannya mengenai tokoh, konsep, maupun teori Sosiologi yang terdapat dalam Pop Art Book.
Aktivitas tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif. Peserta didik terlihat berdiskusi, membaca media, mengamati informasi mengenai tokoh, serta saling menjelaskan materi. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya menghafalkan nama tokoh dan teorinya, tetapi juga berusaha memahami gagasan yang melatarbelakangi perkembangan ilmu Sosiologi.
Menurut Kepala Madrasah, pembelajaran dengan memanfaatkan media kreatif seperti Ecomedia Pop Art Book merupakan langkah positif dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna. Inovasi pembelajaran seperti ini dinilai dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik.
“Pembelajaran yang baik bukan hanya membuat siswa memahami materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk aktif, berkolaborasi, dan berani menyampaikan pemikirannya. Penggunaan Ecomedia Pop Art Book yang dipadukan dengan tutor sebaya menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan,” ungkap Kepala Madrasah.
Lebih lanjut, penerapan tutor sebaya memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa yang mendapatkan penjelasan, tetapi juga bagi siswa yang menjadi tutor. Ketika menjelaskan kembali materi kepada teman, siswa dituntut untuk memahami konsep secara lebih mendalam sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kepercayaan dirinya.
Pembelajaran ini juga menunjukkan bahwa media pembelajaran tidak harus selalu berbasis teknologi digital. Media visual dan kreatif seperti Pop Art Book dapat menjadi sarana efektif untuk membantu peserta didik memahami materi, terlebih ketika penggunaannya dipadukan dengan strategi pembelajaran yang melibatkan interaksi antarsiswa.
Melalui kegiatan di kelas E2 tersebut, pembelajaran Sosiologi menjadi lebih dari sekadar kegiatan memahami teori. Peserta didik diajak mengenal perjalanan pemikiran para tokoh Sosiologi sekaligus belajar untuk berkomunikasi, bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan membangun pemahaman bersama.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar Sosiologi yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. (nv)

