Tingkatkan Kesiapan dan Hasil Ujian Siswa, MAN 1 Bantul Gelar Program Pendalaman Materi TKA

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam upaya memaksimalkan kesiapan dan memantapkan mental para siswanya menghadapi ujian terstandardisasi resmi dari pemerintah, MAN 1 Bantul resmi meluncurkan Program Pendalaman Materi (PM) Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Kegiatan ini mulai efektif dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII.
Program ini dirancang memiliki peran strategis untuk mendampingi siswa secara intensif, sehingga mereka tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat menghadapi evaluasi nasional.
Untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan fokus, pelaksanaan PM TKA di MAN 1 Bantul menerapkan sistem moving class memanfaatkan ruang-ruang kelas XII yang telah disesuaikan dengan jadwal.
Dalam pembagiannya, mata pelajaran (mapel) wajib dikelompokkan menjadi 6 kelompok belajar. Sementara itu, untuk memfasilitasi minat dan pilihan siswa, mapel pilihan dibagi secara spesifik menjadi 16 kelompok.
Secara keseluruhan, alokasi waktu pendalaman materi ditetapkan sebanyak 10 Jam Tatap Muka (JTM) setiap pekannya. Penggunaan JTM ini diambil dari beberapa mata pelajaran yang telah ditentukan menggunakan sistem rotasi secara periodik agar seluruh cakupan materi dapat terpenuhi secara seimbang tanpa mengganggu ritme kegiatan belajar mengajar lainnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafudah, Sag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya langkah proaktif madrasah dalam merespons sistem evaluasi pemerintah.
“Program Pendalaman Materi TKA ini merupakan bentuk komitmen nyata kami untuk memberikan pengawalan akademik terbaik bagi para siswa. Kami ingin memastikan lulusan MAN 1 Bantul tidak hanya lulus, tetapi memiliki daya saing yang tinggi dan kesiapan mental yang matang saat berhadapan dengan soal-soal terstandardisasi nasional.” ujar Kepala Madrasah.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Bantul, Arfi Nurdiyantoro, S.Pd., menjelaskan teknis skema pembelajaran yang diterapkan.
“Sistem moving class dengan rotasi periodik dan alokasi 10 JTM ini kami rancang agar proses pengayaan berjalan optimal dan terfokus pada kebutuhan tiap siswa. Pembagian hingga 16 kelompok pada mapel pilihan membuat rasio siswa dan pendampingan guru menjadi jauh lebih presisi, sehingga pembahasan materi esensial dapat dilakukan hingga detail.” ungkap Arfi.
Salah Satu Perwakilan Guru Pengampu maple Matematika, Kartika Nur ktaviani , S.Si., M.Pd., mengungkapkan fokus pengajaran pada sesi pendalaman materi ini.
“Fokus utama kami bukan sekadar menghafal rumus atau teori, melainkan mengasah logika penalaran analitis siswa. Soal-soal berbasis HOTS memerlukan pemahaman konsep yang kokoh. Melalui latihan terpandu yang intensif ini, anak-anak mulai terbiasa membedah soal-soal kompleks dengan metode yang runtut dan efisien.” pungkas Kartika.
Melalui skema program pendalaman Materi TKA ini, para siswa dapat mengulas kembali materi-materi pelajaran esensial secara lebih mendalam dan terarah. Selain penguatan konsep dasar, siswa juga dibiasakan secara masif untuk menyelesaikan soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta melatih kemampuan penalaran analitis. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).