Bantul (MAN 1 Bantul) – Suasana bengkel keterampilan otomotif MAN 1 Bantul kembali hidup dengan semangat baru, Selasa (11/8/2026). Puluhan siswa kelas XII program keterampilan otomotif mulai kembali menjalani praktik belajar setelah menyelesaikan berbagai rangkaian kegiatan sebelumnya. Materi yang menjadi fokus awal mereka adalah sistem kopling pada sepeda motor, salah satu kompetensi penting dalam sistem pemindah tenaga.
Sejak pukul 08.00 WIB, para siswa tampak serius duduk di depan meja kerja yang telah dilengkapi dengan unit kopling sepeda motor. Guru produktif otomotif, Fachrur Rozi, S.Pd., memandu jalannya praktik dengan memberikan demonstrasi singkat sebelum siswa mempraktikkan sendiri. Materi yang diajarkan mencakup cara membongkar, mengidentifikasi komponen-komponen kopling seperti kampas, plat tekan, pegas, dan rumah kopling, hingga menganalisis berbagai kerusakan umum seperti kampas aus atau per kopling yang lemah.
Suasana di bengkel tampak penuh konsentrasi. Para siswa berpasangan, saling membantu membongkar unit kopling sambil sesekali berdiskusi mengenai fungsi masing-masing komponen. Tidak hanya teori, mereka juga diajak menganalisis kasus nyata terkait gejala kerusakan sistem kopling dan menyampaikan solusi perbaikannya. Pendekatan ini membuat suasana belajar lebih hidup dan interaktif.
“Saya senang bisa kembali praktik di bengkel setelah sekian lama. Materi kopling ini sangat penting, apalagi kalau mau jadi mekanik. Ternyata kopling itu tidak sekadar komponen biasa, ada banyak bagian yang harus dipahami. Saya jadi lebih paham setelah langsung memegang dan membongkarnya sendiri,” ujar salah satu siswa dengan mata berbinar.
Siswa lainnya menambahkan bahwa praktik ini membantunya menghubungkan teori dengan kondisi nyata di lapangan. “Dulu cuma baca buku, kadang bingung. Tapi pas dijelasin bareng dan langsung lihat mesinnya, jadi lebih mudah dipahami. Apalagi bisa tanya-tanya langsung ke pak guru,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., yang menyempatkan diri mengunjungi bengkel, memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan para siswa. Beliau berdiri beberapa saat mengamati dari kejauhan, tersenyum melihat betapa fokusnya anak-anak didiknya dalam mengikuti praktik.
“Saya sangat bangga melihat semangat dan antusiasme anak-anak kelas XII kita dalam mempelajari sistem kopling ini. Materi ini sangat penting karena menjadi bagian awal dari sistem pemindah tenaga. Kalau kopling bermasalah, performa sepeda motor akan terganggu. Saya lihat mereka tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mampu menganalisis dan menjelaskan langsung di lapangan. Inilah yang kami inginkan, siswa yang cerdas, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja. Saya berharap mereka terus menjaga semangat ini dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar di bengkel untuk mengasah kompetensi mereka. Praktik seperti ini adalah bekal berharga untuk menghadapi Uji Kompetensi Keahlian dan dunia industri nanti, ” ujar Mafrudah penuh haru.
Mafrudah juga menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan tagline madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). “Pembelajaran berbasis diskusi dan praktik seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja, berkarakter kuat, dan mampu berpikir kritis,” tambahnya.
Sementara itu, guru pembimbing menjelaskan bahwa sistem kopling dipilih sebagai materi awal karena memiliki tingkat kesulitan yang sedang namun sangat aplikatif. “Kami ingin siswa tidak hanya hafal teori, tapi juga mampu menjelaskan dan menganalisis langsung di lapangan. Diskusi semacam ini melatih daya pikir kritis mereka. Ini penting sebagai bekal menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) maupun dunia kerja,” jelasnya.
Kegiatan praktik yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar. Para siswa terlihat puas dengan hasil pekerjaan mereka, meskipun beberapa di antaranya masih perlu bimbingan tambahan untuk menyempurnakan teknik analisis kerusakan. Rencananya, pertemuan berikutnya akan dilanjutkan dengan praktik perbaikan dan penggantian komponen kopling yang lebih mendalam. (Fa_ro)

