Mengolah Rasa, Menyampaikan Harapan: Siswi X E5 MAN 1 Bantul Pelajari Teknik Public Speaking di Lab Komputer

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana antusias dan penuh semangat menyelimuti Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul pada Rabu (12/8/2026). Kelompok siswi kelas X E5 yang beranggotakan Ayya, Cici, Jesinda, dan Luthfia tampil percaya diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka pada mata pelajaran Informatika bab Kemampuan Generik.

Mengusung tema “Teknik Public Speaking“, Ayya dan timnya memaparkan materi dengan memanfaatkan sajian presentasi berbasis digital yang menarik. Mereka membedah berbagai elemen penting dalam berbicara di depan umum, mulai dari penyusunan alur materi yang sistematis, penggunaan media visual pendukung, pengaturan intonasi vokal, hingga pemanfaatan bahasa tubuh (body language) agar pesan yang disampaikan dapat diterima audiens secara efektif.

Sesi diskusi berlangsung hidup saat para siswi tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan contoh praktis bagaimana membangun rasa percaya diri dan mengatasi rasa canggung saat tampil di depan umum.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas wawasan dan keberanian para siswi dalam mengasah kecakapan berkomunikasi tersebut. Beliau menyampaikan bahwa penguasaan teknik public speaking merupakan salah satu modal krusial bagi peserta didik di era abad ke-21.

“Pemaparan materi yang dibawakan oleh Ayya, Cici, Jesinda, dan Luthfia ini merupakan wujud nyata penjelmaan dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika para siswi mampu menyampaikan gagasan secara terbuka, santun, dan runtut, mereka sedang menunjukkan sikap yang sangat cerdas, adaptif, dan smart dalam berkomunikasi,” ujar Mafrudah.

Lebih lanjut, Mafrudah menekankan bahwa keberanian berbicara di depan publik juga harus dilandasi oleh kesantunan etika dan inklusivitas.

“Menjadi pembicara publik yang unggul bukan sekadar mahir merangkai kata, melainkan bagaimana kita menyampaikan kebenaran berlandaskan nilai agamis, berkarakter, serta menghargai keanekaragaman audiens tanpa diskriminasi. Kami berharap pembelajaran Informatika ini terus melahirkan generasi madrasah yang tidak hanya mahir berteknologi, tetapi juga berani bersuara dan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan presentasi ini, MAN 1 Bantul terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Informatika yang inovatif, aplikatif, serta berorientasi pada pembentukan peserta didik yang cerdas berteknologi dan berkarakter unggul. (ska)