Navigasi Cerdas Digital: Siswa X E5 MAN 1 Bantul Kupas Tuntas Berpikir Kritis dalam Penelusuran Informasi

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul dipenuhi suasana pembelajaran yang interaktif dan dinamis pada Rabu (12/8/2026). Kelompok siswa kelas X E5 yang beranggotakan Tabbar Daib, Mario, Athar, dan Nakula tampil percaya diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka pada mata pelajaran Informatika bab Kemampuan Generik.

Mengusung tema “Berpikir Kritis dalam Penelusuran Informasi”, Tabbar dan timnya memaparkan materi dengan memanfaatkan sajian presentasi berbasis digital yang runtut. Mereka membedah pentingnya kecerdasan bernalar di era kelimpahan data, mulai dari memverifikasi kredibilitas sumber rujukan, membedakan fakta dan opini, menyaring informasi sebelum dibagikan, hingga menghindari dampak negatif disinformasi dan hoaks.

Sesi diskusi berlangsung hangat saat para audiens diajak memahami bahwa kemampuan menelusuri data secara kritis bukan sekadar keterampilan teknis pencarian (searching), melainkan bentuk kedewasaan berpikir dalam memilah informasi yang benar dan bermanfaat.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas wawasan mendalam dan keberanian para siswa dalam menyampaikan gagasan di depan umum. Beliau menyampaikan bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu benteng moral dan intelektual utama peserta didik di era transformasi digital.

“Pemaparan materi yang dibawakan oleh Tabbar, Mario, Athar, dan Nakula ini merupakan wujud nyata penjelmaan dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika para siswa mampu menyaring informasi secara kritis dan teliti, mereka sedang menerapkan sikap yang sangat cerdas, adaptif, dan smart,” ujar Mafrudah.

Lebih lanjut, Mafrudah menekankan bahwa ketelitian dalam mengolah informasi juga harus berlandaskan pada integritas emosional dan etika sosial.

“Berpikir kritis yang dilandasi nilai agamis dan berkarakter akan mencegah kita dari menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, maupun disinformasi. Hal ini turut menciptakan iklim komunikasi yang aman, kondusif, dan anti diskriminasi baik di ruang nyata maupun siber. Kami berharap melalui pembelajaran Informatika ini lahir generasi madrasah yang cerdas berteknologi, bernalar tajam, dan senantiasa membawa kemaslahatan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan presentasi ini, MAN 1 Bantul terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Informatika yang inovatif, aplikatif, serta berorientasi pada pembentukan peserta didik yang cerdas berteknologi dan berintegritas tinggi. (ska)