Bantul (MAN 1 Bantul) – Guru MAN 1 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran melalui keikutsertaan dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi MA DIY. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026), bertempat di MAN 4 Bantul, dan diikuti sekitar 20 guru Sosiologi dari berbagai madrasah se-DIY.
Kegiatan MGMP Sosiologi MA DIY dipimpin oleh Bapak Angga selaku Ketua MGMP. Pertemuan kali ini mengangkat tema pembelajaran interaktif dengan menghadirkan Bapak Naufal, guru SMA 1 Bantul, sebagai pemateri.
Berbeda dari kegiatan yang hanya berisi penyampaian materi, para guru diajak langsung mempraktikkan pembelajaran interaktif. Salah satu praktik yang menarik adalah kegiatan menggunakan sedotan yang disusun sedemikian rupa dengan tantangan tertentu. Setiap peserta harus bekerja sama, berkomunikasi, menyusun strategi, dan berbagi peran untuk menyelesaikan tantangan tersebut.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, seru, dan menyenangkan. Para guru tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik karena mendapatkan pengalaman nyata bagaimana sebuah aktivitas sederhana dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang mampu melibatkan seluruh peserta secara aktif.
Melalui permainan dan praktik tersebut, guru memperoleh pengalaman bahwa pembelajaran interaktif dapat dibangun melalui media sederhana. Kegiatan menggunakan sedotan ternyata mampu menumbuhkan berbagai keterampilan, seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, kepemimpinan, dan tanggung jawab bersama.
Hal tersebut menjadi inspirasi bagi para guru untuk membawa pengalaman dari MGMP ke ruang kelas masing-masing. Dengan pembelajaran yang interaktif, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif berpikir, berdiskusi, bekerja sama, dan menemukan solusi.
Kepala MAN 1 Bantul, Ibu Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas keaktifan guru MAN 1 Bantul dalam mengikuti kegiatan MGMP Sosiologi MA DIY. Menurut beliau, kegiatan MGMP merupakan wadah penting bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus berbagi praktik baik dalam pembelajaran.
“Bapak dan Ibu guru harus terus belajar dan berinovasi. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif, berpikir, berkolaborasi, dan menikmati proses belajarnya. Praktik sederhana seperti penggunaan sedotan ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana,” ungkap Ibu Mafrudah.
Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan MGMP dapat diterapkan di MAN 1 Bantul sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik.
“Teruslah bergerak, terus berkolaborasi, dan jangan takut mencoba hal baru. Karena guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar,” tambahnya.
Keikutsertaan guru MAN 1 Bantul dalam MGMP Sosiologi MA DIY menjadi bukti nyata semangat madrasah dalam membangun budaya belajar dan berbagi di kalangan pendidik. Semangat tersebut diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang semakin kreatif, interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa. (mda)

