Bangun Empati dan Kebersamaan, Pimpinan MAN 1 Bantul Bertakziyah ke Rumah Duka di Kendal

BANTUL (MAN 1 Bantul)— Suasana duka menyelimuti keluarga besar MAN 1 Bantul pada Jumat pagi (7/8/2026). Salah satu pengajar, Fatchur Rozi, S.Pd., Guru Prakarya MAN 1 Bantul, tengah berduka atas berpulangnya sang ayahanda tercinta, Bapak Parwito.
Mendengar kabar duka tersebut, Kepala MAN 1 Bantul bergerak cepat menginstruksikan jajaran wakil kepala (waka) dan staf pimpinan untuk membentuk rombongan bertakziyah. Meski lokasi rumah duka terbilang jauh—berada di Dusun Blantan RT 05/RW 03, Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah—hal itu tidak menyurutkan niat rombongan untuk meluncur langsung pada pagi hari yang sama.
Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wujud nyata dalam membangun empati dan kepedulian tulus pimpinan di luar urusan pekerjaan formal. Kehadiran pimpinan di rumah duka diharapkan dapat memberikan dukungan moral guna meringankan beban psikologis anggota keluarga madrasah yang sedang berduka.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya kehadiran rasa kekeluargaan dalam lingkungan kerja.
“Takziyah ini adalah bentuk rasa empati dan belasungkawa kami secara mendalam. Di luar tugas-tugas formal madrasah, kita adalah satu keluarga besar. Kami hadir di Kendal hari ini untuk memberikan dukungan moral secara langsung agar Pak Rozi beserta keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan melewati masa-masa sulit ini,” ujar Kepala MAN 1 Bantul.
Sementara itu, Wakabid Humas MAN 1 Bantul, Bin Umaryati, S.Pd, menyampaikan bahwa kebiasaan saling mengunjungi dalam suka maupun duka memiliki dampak positif yang mendalam bagi hubungan kerja sehari-hari.
“Kegiatan ini penting untuk mencairkan jarak atau kekakuan hierarki antara pimpinan dan bawahan, sekaligus mempererat kedekatan emosional. Kami ingin memastikan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) merasa dihargai sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar roda penggerak instansi. Rasa saling memiliki inilah yang pada akhirnya menumbuhkan loyalitas dan rasa kebersamaan yang kuat,” tutur Wakabid Humas.
Menyambut kedatangan rombongan pimpinan madrasah di rumah duka, Fatchur Rozi, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh pihak madrasah.
“Saya mewakili keluarga besar almarhum Bapak Parwito mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Waka Humas beserta rombongan perwakilan GTK MAN 1 Bantul yang telah berkenan menempuh perjalanan jauh dari Bantul ke Kendal. Kehadiran, doa, dan perhatian Bapak/Ibu semua menjadi penawar duka dan penguat bagi kami sekeluarga,” ungkap Fatchur Rozi.
Melalui momentum ini, MAN 1 Bantul membuktikan komitmennya untuk terus memelihara nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan persaudaraan di dalam maupun di luar lingkungan madrasah. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).