Yogyakarta (MAN 1 Bantul) — Perkemahan Pramuka Murid Madrasah Aliyah (PERKAMUDA) 2026 disiapkan sebagai ruang pembelajaran bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan karakter, keterampilan, kreativitas, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Mengusung semangat “Berpramuka, Berkarakter, Berprestasi, Berkontribusi”, PERKAMUDA 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan nilai kepramukaan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Ragam kegiatan PERKAMUDA 2026 dirancang dalam sembilan bidang utama. Kegiatan tersebut mencakup penguatan dan pengembangan mental spiritual; kegiatan umum; keterampilan kepramukaan dan ketangkasan hidup di alam bebas; pengembangan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air; pengembangan kemandirian dan kreativitas; bakti dan peduli lingkungan; kegiatan prestasi; seni budaya; serta kegiatan pembina pendamping.
Pada bidang penguatan dan pengembangan mental spiritual, peserta akan mengikuti salat berjamaah, siraman rohani atau kultum, qiyamul lail, bina ukhuwah atau anjangsana, serta muhasabah. Rangkaian ini menjadi bagian penting dalam membangun keseimbangan antara kecakapan kepramukaan dan penguatan nilai keagamaan.
Sementara itu, kegiatan umum meliputi upacara pembukaan, apel, olahraga, api unggun, hingga upacara penutupan. Pada bidang keterampilan kepramukaan, peserta akan mendapatkan pengalaman melalui tadabur alam atau penjelajahan, pengenalan dan pendalaman Satuan Karya (Saka), pengenalan keterampilan Pramuka Istimewa, serta pendalaman kecakapan Pramuka Garuda.
PERKAMUDA 2026 juga memberikan ruang yang kuat bagi pengembangan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Peserta akan terlibat dalam gerakan aksi bela negara dan kebangsaan, gerakan aksi anti-radikalisme, serta forum penegak dan diskusi kelompok terarah. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus membangun sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai generasi muda.
Di bidang kemandirian dan kreativitas, peserta akan mengikuti kegiatan tokoh inspirasi, gerakan aksi sehat berdigitalisasi, mengenal Sumbu Filosofi Jogja, serta mengenal pakaian adat dan gagasan Ngayogyakarta. Ragam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali potensi diri sekaligus memahami kekayaan budaya lokal.
Aspek kepedulian sosial dan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Melalui aksi peduli kebersihan, aksi peduli dhuafa, aksi gerakan cinta Al-Qur’an, dan ekoteologi, peserta diajak untuk menerjemahkan nilai kepramukaan dalam tindakan nyata. Penguatan ekoteologi ini sejalan dengan arah PERKAMUDA 2026 yang mendorong kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Bidang kegiatan prestasi menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas. Prestasi antarmadrasah mencakup giat prestasi korps, hymne madrasah, dan mars Pramuka madrasah; asah terampil kepramukaan; karnaval budaya; pembuatan proyek usaha “Kreasi Barang Bekas” bernilai jual; serta pembuatan film pendek. Sementara itu, prestasi antarpenggalang/penegak antara lain meliputi K3 lingkungan tenda, masakan tradisional, dan pembuatan poster.
Tidak kalah menarik, bidang seni budaya akan menghadirkan gelar budaya dalam upacara pembukaan, pentas seni budaya, serta gelar budaya dalam upacara penutupan. Adapun bagi pembina pendamping, disiapkan kegiatan gelar ajar atau sarasehan materi kepramukaan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa desain kegiatan PERKAMUDA 2026 menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna.
“PERKAMUDA bukan sekadar kegiatan berkemah atau perlombaan. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kecintaan terhadap bangsa dan budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Inilah pengalaman belajar yang sangat penting bagi peserta didik,” ungkap Mafrudah.
Menurutnya, kehadiran unsur spiritual, budaya lokal, teknologi, wawasan kebangsaan, kreativitas, dan ekoteologi dalam PERKAMUDA juga relevan dengan arah pengembangan karakter peserta didik di MAN 1 Bantul.
“Semangat tersebut sangat selaras dengan CADAS BERKELAS. Peserta didik tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga religius, disiplin, bertanggung jawab, menghormati sesama, bersih, adaptif, serta memiliki karakter dan kecintaan terhadap lingkungan. Bahkan, pengenalan budaya lokal menjadi penguat jati diri agar anak-anak kita mampu berdaya saing secara global tanpa kehilangan akar budayanya,” jelasnya.
Rangkaian PERKAMUDA 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi Pramuka madrasah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, ketangguhan, dan karakter yang kuat. Dengan demikian, semangat “Berpramuka, Berkarakter, Berprestasi, Berkontribusi” dapat diwujudkan dalam perilaku peserta didik, baik selama perkemahan maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Maf)

