Rapat PERKAMUDA 2026 Bahas Persiapan OMI hingga Ajang Nasional, MAN 1 Bantul Siap Perkuat Prestasi Madrasah

Yogyakarta (MAN 1 Bantul) — Rangkaian koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam persiapan Perkemahan Murid Madrasah (PERKAMUDA) 2026 juga membahas sejumlah agenda strategis pengembangan prestasi peserta didik madrasah, termasuk pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dari tingkat kabupaten hingga nasional. Koordinasi berlangsung di MAN 1 Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).

Dalam pembahasan tersebut disampaikan sejumlah tahapan pelaksanaan OMI. Untuk tingkat kabupaten, pelaksanaan dan agenda upload hasil riset dijadwalkan pada 1–2 September 2026. Selanjutnya, tahapan tingkat provinsi akan dilaksanakan di MAN 2 Yogyakarta pada 6–7 Oktober 2026.

Sementara itu, untuk tingkat nasional, OMI akan dilaksanakan secara luring (offline) di Hidayatullah. Tahapan berjenjang tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada peserta didik madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, riset, kreativitas, serta kompetensi pemecahan masalah.

Dalam rapat juga disampaikan bahwa tema OMI tahun ini masih mengacu pada tema tahun sebelumnya yang berada dalam lingkup UIN Hidayatullah, dengan sejumlah penguatan dan penambahan perspektif, yakni Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan ekoteologi. Penguatan tema tersebut diharapkan dapat mendorong kegiatan riset peserta didik agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., yang hadir dalam koordinasi tersebut menyambut positif penguatan arah OMI yang memadukan kompetensi riset dengan nilai-nilai karakter dan kepedulian lingkungan.

“OMI menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, dan menghasilkan gagasan yang solutif. Ketika riset juga diarahkan untuk memiliki perspektif Kurikulum Berbasis Cinta dan ekoteologi, maka prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kepedulian terhadap kehidupan,” tutur Mafrudah.

Menurutnya, agenda OMI tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS yang dikembangkan MAN 1 Bantul. Budaya riset mendorong peserta didik menjadi pribadi yang cerdas, mampu berpikir kritis dan adaptif, sekaligus berkarakter serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Anak-anak madrasah perlu kita dorong untuk berprestasi, tetapi prestasi itu harus memiliki makna. Mereka harus mampu menghasilkan karya dan riset yang bermanfaat, memiliki integritas, serta memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat. Inilah semangat CADAS BERKELAS yang terus kami kuatkan di MAN 1 Bantul,” tambahnya.

Dengan tahapan OMI yang berlangsung secara berjenjang, madrasah di DIY diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik secara optimal. Selain menjadi ajang kompetisi, OMI diharapkan menjadi wahana tumbuhnya budaya riset dan inovasi di madrasah sekaligus membentuk generasi yang berdaya saing global, berkarakter lokal, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. (maf)