Sleman (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti rangkaian kegiatan Percepatan Penyelesaian Legalitas Tanah pada Satuan Kerja di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/8/2026), di Ballroom Borobudur Hotel Grand Cokro, Sleman. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag DIY menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) dalam menjaga dan menyelamatkan aset negara.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag DIY menyampaikan bahwa salah satu tugas ASN adalah melakukan penyelamatan aset negara, termasuk memastikan legalitas tanah yang digunakan oleh satuan kerja Kementerian Agama memiliki kepastian hukum.
Menurutnya, penyelesaian legalitas tanah bukan sekadar persoalan administratif, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjaga aset negara agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Salah satu tugas ASN adalah melakukan penyelamatan aset negara, termasuk menyelesaikan legalisasi tanah yang kita tempati,” tegasnya dalam sambutan.
Pesan tersebut memiliki relevansi langsung dengan pengelolaan aset di lingkungan madrasah, termasuk MAN 1 Bantul. Sebagai satuan kerja pemerintah yang menyelenggarakan layanan pendidikan, kepastian legalitas aset menjadi bagian penting dalam mendukung tertib administrasi sekaligus memberikan landasan hukum bagi pengembangan madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menilai arahan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran madrasah bahwa pengelolaan aset merupakan amanah yang harus dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Penyelamatan aset negara merupakan bagian dari amanah kedinasan. Bagi madrasah, kepastian legalitas tanah memberikan dasar yang kuat untuk menjaga aset sekaligus mendukung perencanaan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Mafrudah.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY dengan mengajak seluruh peserta berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Bagi peserta yang beragama Islam, pembukaan diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah secara bersama-sama sesuai keyakinan masing-masing.

Pembukaan dengan doa tersebut mencerminkan karakter kegiatan Kementerian Agama yang menjunjung tinggi nilai religius sekaligus menghormati keberagaman. Nilai tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS MAN 1 Bantul, khususnya karakter Agamis dan Demokratis, yang menempatkan nilai keagamaan dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai bagian dari budaya madrasah.
Bagi MAN 1 Bantul, keikutsertaan dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan koordinasi kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan aset harus berjalan beriringan dengan nilai integritas, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum.
Melalui komitmen tersebut, MAN 1 Bantul terus berupaya membangun tata kelola madrasah yang cerdas, agamis, demokratis, adaptif, dan smart, sekaligus berkarakter sesuai semangat CADAS BERKELAS.
(Maf)

