Maha Karya dari Jemari Digital: Siswa X E2 MAN 1 Bantul Asah Keterampilan Microsoft Word di Lab Komputer

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana fokus dan sarat dinamika belajar menyelimuti Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul pada Senin (24/8/2026). Siswa kelas X E2 mengikuti kegiatan pembelajaran praktikum mata pelajaran Informatika pada jam ke-7 hingga ke-9, mulai pukul 10.50 hingga 13.45 WIB.

​Tampak dalam ruang laboratorium yang sejuk dan nyaman, para siswa putra dan putri duduk rapi menghadap perangkat komputer masing-masing. Di bawah bimbingan guru pengampu, para peserta didik berlatih mengoperasikan aplikasi Microsoft Office Word. Mereka secara antusias mempelajari berbagai fitur pemrosesan kata, mulai dari pemformatan dokumen, penyusunan tata letak (layout) teks, hingga pembuatan tabel dan integrasi elemen visual untuk menunjang penyusunan laporan ilmiah yang rapi serta profesional.​

Sesi praktikum yang berlangsung intensif ini menjadi wujud nyata upaya madrasah dalam membekali peserta didik dengan kecakapan literasi digital dasar yang krusial bagi jenjang pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.​

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kesungguhan serta kedisiplinan para siswa kelas X E2 selama mengikuti praktikum di lab komputer. Beliau menegaskan bahwa penguasaan perangkat lunak perkantoran ini merupakan aspek penting dalam pembentukan kecakapan abad ke-21.​

“Kegiatan praktikum Informatika di laboratorium komputer ini merupakan penjelmaan nyata dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika para siswa berlatih menguasai teknologi Microsoft Word secara terampil, mereka sedang menunjukkan karakter peserta didik yang cerdas, adaptif, dan smart,” ujar Mafrudah.​

Lebih lanjut, Mafrudah menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas teknologi secara efisien dan inklusif di lingkungan madrasah.​”Penggunaan laboratorium komputer ini dilaksanakan secara tertib, terbuka, serta anti diskriminasi, di mana seluruh siswa—baik laki-laki maupun perempuan—mendapatkan hak dan porsi fasilitas belajar yang sama secara demokratis. Selain itu, pembiasaan menjaga kebersihan ruang lab dan mematikan perangkat setelah digunakan merupakan bagian dari komitmen kita mendukung gerakan cinta lingkungan. Kami berharap keahlian digital ini terus membentuk generasi MAN 1 Bantul yang berkarakter unggul, berdaya saing tinggi, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.​

Melalui pembelajaran praktikum yang terstruktur ini, MAN 1 Bantul terus mengukuhkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, guna mencetak lulusan yang mahir, kreatif, dan berintegritas tinggi. (ska)