Tak Hanya Satu, Sejumlah Murid MAN 1 Bantul Berhasil Menembus Lebih dari Satu Perguruan Tinggi

Bantul (MAN 1 Bantul) — Capaian studi lanjut murid MAN 1 Bantul tahun ini menghadirkan kisah menarik. Beberapa murid tercatat berhasil diterima di lebih dari satu perguruan tinggi melalui jalur dan program studi yang berbeda.

Salah satunya adalah Atikah Nurun Ni’mah. Ia tercatat diterima di Universitas Negeri Yogyakarta pada Program Studi Teknik Manufaktur melalui jalur mandiri, UPN Veteran Yogyakarta pada Program Studi Ekonomi Pembangunan melalui Seleksi Mandiri Skema Bela Negara, serta President University pada Program Studi Civil Engineering melalui Beasiswa Rapor.

Capaian serupa diraih Uyun Nafi’ah, yang diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Program Studi Hukum Tatanegara melalui UM-PTKIN sekaligus diterima di Universitas Gadjah Mada pada Program Studi D4 Pengelolaan Hutan melalui jalur mandiri.

Muhammad Chusna Mujtaba juga berhasil mendapatkan lebih dari satu pilihan. Ia diterima di Universitas Jember pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui jalur Semmaba Prestasi dan di Universitas Telkom pada Program Studi D3 Teknologi Telekomunikasi melalui Beasiswa Unggulan.

Sementara itu, Faris Rifqi Nur Abadi tercatat diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Program Studi Studi Islam melalui jalur mandiri serta di Universitas Ahmad Dahlan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam melalui Penjajakan Nilai Rapor.

Capaian lainnya ditunjukkan Bagas Budi Setiawan, yang diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui SNBT pada Program Studi Ilmu Perpustakaan dan melalui UM-PTKIN pada Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Savia Zerlinda Sari juga memperoleh lebih dari satu pilihan perguruan tinggi, yakni Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta pada Program Studi Keperawatan serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Program Studi Keperawatan melalui jalur rapor.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi capaian tersebut sekaligus mengingatkan agar keberhasilan tersebut disikapi secara bijak.

“Diterima di lebih dari satu perguruan tinggi tentu merupakan pencapaian yang membanggakan. Namun, yang tidak kalah penting adalah kemampuan murid menentukan pilihan secara matang sesuai minat, kemampuan, dan rencana masa depannya,” ujar Mafrudah.

Menurutnya, pengalaman mengikuti berbagai proses seleksi juga memberikan pembelajaran berharga bagi murid. Mereka belajar mempersiapkan diri, menghadapi persaingan, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat.

Kisah tersebut menjadi gambaran nyata semangat CADAS BERKELAS, terutama karakter Cerdas, Adaptif, Smart, dan Berkarakter. Keberhasilan tidak hanya diukur dari diterimanya murid di perguruan tinggi, tetapi juga dari proses pembentukan pribadi yang mampu mengambil keputusan dan menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya. Jangan takut memiliki cita-cita tinggi, tetapi cita-cita tersebut harus diiringi dengan ikhtiar, doa, disiplin, dan kesiapan untuk terus belajar,” pungkas Mafrudah. (Mry)