Bantul (MAN 1 Bantul) — Jalan menuju perguruan tinggi tidak hanya ditempuh melalui jalur seleksi umum. Murid MAN 1 Bantul juga menunjukkan keberhasilan melalui berbagai jalur prestasi, minat, bakat, hingga beasiswa.
Beberapa capaian tersebut antara lain ditunjukkan oleh Aila Rana Meilinda yang diterima di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melalui jalur Prestasi Akademik, M. Ilham Devan Riyanto melalui jalur Prestasi Minat Bakat, serta Diah Alfiani melalui jalur Minat.
Di STMM “MMTC” Yogyakarta, Gibran Danny Khaleda Zia dan Naufal Riko Hibatullah diterima melalui CBT Yogyakarta Periode 1.
Sejumlah murid juga memperoleh kesempatan melalui jalur beasiswa. Sadewa Islamy Pasha diterima di Universitas Islam Indonesia pada Program Studi Kedokteran melalui Beasiswa KIP. Flora Lesta Bela diterima di Universitas Ahmad Dahlan melalui Beasiswa Guru Pencerah, Raden Ajeng Azzahra Nafisa Putri melalui Beasiswa Prestasi, dan Muhammad Chusna Mujtaba di Universitas Telkom melalui Beasiswa Unggulan.
Atikah Nurun Ni’mah juga berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan studi di President University melalui Beasiswa Rapor pada Program Studi Civil Engineering.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan melalui jalur prestasi dan beasiswa membuktikan bahwa pengembangan potensi murid dapat membuka berbagai peluang pendidikan.
“Prestasi, minat, bakat, dan berbagai potensi yang dimiliki murid harus terus dikembangkan. Setiap pencapaian dapat menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar, termasuk memperoleh beasiswa dan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi pilihan,” tutur Mafrudah.
Menurutnya, madrasah berupaya memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Dengan demikian, murid memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan jalur pendidikan setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.
Hal tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS, terutama dalam membentuk murid yang Cerdas, Adaptif, Smart, dan Berkarakter. Potensi setiap murid dihargai dan dikembangkan sehingga tidak ada satu ukuran tunggal dalam menentukan keberhasilan.
Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi agar murid terus berani mengeksplorasi kemampuan diri, mengikuti berbagai kompetisi, mengembangkan minat dan bakat, serta aktif mencari informasi tentang peluang pendidikan dan beasiswa. (Mry)

