Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 di MAN 3 Bantul, Senin (7/9/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bantul, H. Muntholib, S.Ag., M.Si..
OMI Tingkat Kabupaten Bantul 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Ajang ini bertujuan menumbuhkan kompetisi yang sehat dan sportif sekaligus membangun kecintaan murid terhadap ilmu pengetahuan.
Pembukaan OMI diawali dengan registrasi dan persiapan peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan panitia, sambutan sekaligus pembukaan oleh Kakankemenag Kabupaten Bantul, serta doa. Setelah rangkaian pembukaan selesai, peserta kemudian mengikuti pelaksanaan kompetisi sesuai bidang dan jenjang masing-masing.
Sebanyak 638 peserta dari 48 sekolah mengikuti OMI Tingkat Kabupaten Bantul 2026. Peserta berasal dari jenjang Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Pada jenjang MA, sebanyak 246 peserta melaksanakan kompetisi di MAN 3 Bantul. Jenjang MTs diikuti 195 peserta yang berkompetisi di MTsN 6 Bantul. Sementara itu, jenjang MI diikuti 197 peserta yang pelaksanaannya dipusatkan di MTsN 4 Bantul dan MAN 1 Bantul.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Kabupaten Bantul, H. Muntholib, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa OMI merupakan salah satu ajang bergengsi madrasah sekaligus sarana untuk mengukur kualitas keberhasilan pendidikan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, agama, sains, dan ekoteologi.
“OMI merupakan ajang bergengsi madrasah sebagai ajang untuk mengukur kualitas keberhasilan pendidikan kita dalam mengintegrasikan ilmu, agama, sains, dan ekoteologi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa OMI tidak hanya diperuntukkan bagi murid madrasah, tetapi juga terbuka bagi murid sekolah. Kondisi tersebut menjadi bentuk daya saing terbuka sekaligus tantangan bagi guru dan murid madrasah untuk terus meningkatkan kualitas.
“OMI diselenggarakan tidak hanya untuk murid madrasah, tetapi juga sekolah. Hal ini menjadi daya saing terbuka dan merupakan tantangan bagi Bapak dan Ibu guru serta murid-murid madrasah untuk meningkatkan kualitasnya, terutama dalam ajang OMI,” lanjutnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi penyelenggaraan OMI sebagai ruang bagi murid untuk mengembangkan talenta, menguji kemampuan, serta belajar berkompetisi secara sehat dan sportif.
“OMI bukan sekadar kompetisi untuk meraih juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, mengembangkan talenta, dan belajar berkompetisi secara sehat serta sportif,” ujar Mafrudah.
Menurutnya, tema OMI tahun ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan karena mendorong keterpaduan antara nilai-nilai keislaman, penguasaan sains, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui perspektif ekoteologi.
“Semangat tersebut sejalan dengan karakter CADAS BERKELAS yang terus kami bangun di MAN 1 Bantul. Murid diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mampu berpikir kritis, adaptif, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.
Mafrudah berharap keikutsertaan murid dalam OMI dapat menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses belajar, kerja keras, sportivitas, dan keberanian untuk berkompetisi.
Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Bantul 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu memadukan kecerdasan akademik dengan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui semangat CADAS BERKELAS, MAN 1 Bantul terus mendorong murid untuk menjadi pribadi yang Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. (maf)

