Langkah 18 Talenta MAN 1 Bantul Menuju Panggung OMI 2026

Bantul(MAN 1 Bantul) – MAN 1 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi dan prestasi peserta didik melalui keikutsertaan dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 jenjang MA/SMA tingkat Kabupaten Bantul. Sebanyak 18 siswa terpilih untuk mewakili MAN 1 Bantul dalam berbagai bidang kompetisi akademik, 9 September 2026.

Para peserta berasal dari kelas XI dan XII dengan enam bidang lomba, yaitu Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Ekonomi, dan Geografi. Keikutsertaan dalam OMI 2026 menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menguji kemampuan akademik, menambah pengalaman berkompetisi, serta membawa nama baik MAN 1 Bantul di tingkat Kabupaten Bantul.

Pada bidang Matematika, MAN 1 Bantul diwakili oleh Faiz Aslamudin Zuhri, Bintang Alya Mukhiba, dan Alya Raihana Ilyasir. Bidang Kimia diikuti oleh Arkay Bintang Pamungkas, Zashinta Nur Aulia, dan Kayla Aldawiah.

Sementara itu, bidang Fisika diwakili oleh Hanan Nandhif Furrhaman, Yusuf Ghufron Habibi, dan Rizki Maulana Putra. Pada bidang Biologi terdapat Aisha Askiyananingrum, Ardelia Ariswandari, dan Arka Alkhalivah.

Selanjutnya, bidang Ekonomi diikuti oleh Faiz Ramadhan Listya Putra, Dinda Vika Lestari, dan Dihan Quinsha Elfira. Adapun bidang Geografi diwakili oleh Nasywa Maisa Nur Umaira, Jingga Cikalkayana Ilaa Naifa, dan Riris Wulandari.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh siswa yang telah terpilih untuk mengikuti OMI 2026. Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi akademik merupakan bagian penting dari proses pembelajaran siswa di luar kelas.

«“Kami sangat mengapresiasi anak-anak yang sudah berusaha dan bersedia mewakili MAN 1 Bantul dalam OMI 2026. Kompetisi ini bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang bagaimana siswa belajar berproses, berani menghadapi tantangan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I.»

Ia juga berpesan agar para peserta tidak menjadikan hasil akhir sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, pengalaman selama mengikuti proses persiapan hingga perlombaan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa mendatang.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, dan tetap menjunjung sportivitas. Berikan kemampuan terbaik dan jangan takut menghadapi soal maupun tantangan yang ada. Apa pun hasilnya, jadikan pengalaman ini sebagai bagian dari perjalanan untuk terus berkembang,” tambahnya.

Salah satu peserta OMI 2026, Dinda Vika Lestari dari bidang Ekonomi, mengaku senang sekaligus tertantang mendapat kesempatan untuk mewakili MAN 1 Bantul. Menurutnya, persiapan mengikuti olimpiade menjadi pengalaman tersendiri karena membutuhkan keseriusan, latihan, dan kemauan untuk terus belajar.

“Saya merasa senang dan bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti OMI. Ada rasa gugup juga karena harus membawa nama madrasah, tetapi justru itu menjadi motivasi bagi saya untuk mempersiapkan diri lebih baik. Saya berharap bisa memberikan yang terbaik dan mendapatkan pengalaman baru dari kompetisi ini,” ungkap Dinda.

Dalam menghadapi kompetisi, para peserta mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing sesuai dengan bidang masing-masing. Persiapan dilakukan melalui pendalaman materi, latihan soal, pembahasan soal, serta evaluasi terhadap kemampuan siswa.

Salah satu guru pembimbing, Ema Priliawati, S.Si., selaku pembimbing mata pelajaran Matematika, mengatakan bahwa persiapan peserta tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan berpikir dan ketelitian dalam menyelesaikan soal.

“Dalam persiapan OMI, kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membiasakan siswa menghadapi soal-soal yang membutuhkan penalaran, ketelitian, dan strategi. Anak-anak juga perlu memiliki mental yang siap karena dalam olimpiade mereka akan bertemu dengan soal dan situasi yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari,” jelas Ema.

Ia berharap para peserta mampu menikmati proses persiapan dan tidak terlalu terbebani dengan target hasil. Menurutnya, keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar merupakan hal yang tidak kalah penting dari sebuah prestasi.

“Harapannya, siswa dapat mengikuti kompetisi dengan percaya diri dan tetap menikmati prosesnya. Jangan hanya berorientasi pada juara, tetapi juga manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman dan mengukur kemampuan diri. Semoga mereka dapat memberikan hasil terbaik untuk MAN 1 Bantul,” tambah Ema.

Keikutsertaan 18 siswa dalam OMI 2026 menjadi salah satu bentuk nyata dukungan MAN 1 Bantul terhadap pengembangan potensi peserta didik di bidang akademik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi tantangan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan berpikir.

Dengan persiapan dan dukungan dari madrasah serta para guru pembimbing, seluruh peserta diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dalam OMI 2026 tingkat Kabupaten Bantul.Selamat berjuang untuk seluruh peserta OMI 2026 MAN 1 Bantul! Terus belajar, berani mencoba, dan berikan yang terbaik. Semoga langkah kalian membawa prestasi dan mengharumkan nama MAN 1 Bantul (syf)