Bantul(MAN 1 Bantul) 9 September 202 Berawal dari berbagai persoalan di lingkungan sekitar, lahirlah gagasan-gagasan yang dikembangkan menjadi penelitian. Semangat tersebut ditunjukkan oleh siswa MAN 1 Bantul melalui keikutsertaan dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 bidang Riset jenjang MA/SMA tingkat Kabupaten Bantul.
Sebanyak 8 tim riset yang terdiri atas 24 siswa siap membawa gagasan dan hasil penelitian terbaik mereka untuk berkompetisi. Masing-masing tim beranggotakan dua hingga tiga siswa yang telah mempersiapkan penelitian dengan mengangkat berbagai permasalahan dan gagasan inovatif.
Keikutsertaan dalam OMI 2026 bidang Riset menjadi salah satu bentuk komitmen MAN 1 Bantul dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan penelitian. Melalui proses riset, siswa tidak hanya belajar menemukan masalah, tetapi juga ditantang untuk menyusun solusi berdasarkan pendekatan ilmiah.
Tim 1 terdiri atas Hana Pertiwi Putri, Rachmawati Fadzila, dan Safira Azka Lathifah. Tim 2 beranggotakan Muhammad Raya Aliashar dan Faiz Ramadhan Listya Putra. Sementara itu, Tim 3 diisi oleh Najwa Ramadhani, Hendari Yuliana Nadiva, dan Latifah Mufidah.
Selanjutnya, Tim 4 terdiri atas Kayla Aldawiah, Alya Raihana Ilyasir, dan Bintang Alya Mukhibita. Tim 5 beranggotakan Arkay Bintang Pamungkas, Septiana Nabilah, dan Arka Alkhalivah. Tim 6 diisi oleh Luthfi Nur Fauziyyah, Syifa Syarifah, dan Mafatihul Mukarromah.
Adapun Tim 7 terdiri atas Muhammad Syafa Najif, Bintang Verdika Arundaya, dan Kenzie Rizqi Muazam. Sementara itu, Tim 8 beranggotakan Ardelia Ariswandari, Salsabila Wynne Hasna, dan Syifa Khoirunnisa Maharani.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap semangat para siswa yang berani mengembangkan ide melalui penelitian. Menurutnya, kegiatan riset menjadi sarana penting untuk membentuk siswa yang mampu berpikir kritis dan peka terhadap persoalan di sekitarnya.
«“Kami sangat mendukung anak-anak untuk mengembangkan kemampuan riset dan inovasinya. Melalui penelitian, siswa belajar melihat sebuah permasalahan dari berbagai sudut pandang, kemudian mencoba menemukan solusi berdasarkan proses yang ilmiah. Ini menjadi pengalaman yang sangat baik bagi mereka,” ujar Mafrudah.»
Mafrudah juga berpesan agar para peserta tidak hanya mengejar hasil akhir dalam kompetisi. Menurutnya, proses panjang yang dilalui selama melakukan penelitian merupakan bagian penting dari pembelajaran.
“Saya berharap anak-anak dapat mengikuti OMI dengan penuh semangat dan percaya diri. Jangan hanya berfokus pada juara, tetapi nikmati setiap prosesnya. Dari proses itulah mereka belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, ketelitian, dan keberanian untuk menyampaikan gagasan,” tambahnya.
Salah satu peserta dari Tim 7, Bintang Verdika Arundaya, mengungkapkan bahwa mengikuti OMI bidang Riset menjadi pengalaman yang menarik sekaligus menantang. Menurutnya, sebuah penelitian tidak cukup hanya bermodalkan ide, tetapi membutuhkan proses untuk mengembangkan dan membuktikan gagasan tersebut.
“Menurut saya, mengikuti OMI bidang Riset menjadi pengalaman yang menarik karena kami tidak hanya dituntut untuk mempunyai ide, tetapi juga harus bisa mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah penelitian. Ada banyak tantangan selama prosesnya, tetapi dari situ kami belajar untuk lebih teliti, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap penelitian yang kami buat,” ungkap Bintang.
Ia berharap timnya dapat memberikan hasil terbaik dan membawa pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang penelitian.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk MAN 1 Bantul. Bagi kami, bisa mengikuti kompetisi ini saja sudah menjadi pengalaman yang berharga. Semoga penelitian yang kami bawa dapat tersampaikan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal,” lanjutnya.
Dalam proses persiapan, para peserta juga mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing. Mardiana Rahmawati, S.Sos., selaku pembimbing, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk membantu siswa mengembangkan penelitian sekaligus memastikan mereka memahami setiap tahapan yang dikerjakan.
“Kami mendampingi siswa mulai dari proses menemukan permasalahan, mengembangkan ide, menyusun penelitian, sampai mempersiapkan mereka untuk mempresentasikan hasilnya. Kami ingin siswa benar-benar memahami penelitian yang mereka buat, sehingga ketika ditanya oleh juri mereka mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkannya,” jelas Mardiana.
Menurut Mardiana, mengikuti kompetisi riset memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih jauh tentang bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Harapannya, anak-anak tidak takut untuk mencoba dan menuangkan ide mereka. Riset membutuhkan proses, ketelitian, dan kesabaran. Semoga melalui OMI ini mereka semakin percaya diri, mampu berpikir kritis, dan mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk ke depannya,” tambahnya.
Keikutsertaan delapan tim tersebut menjadi bukti bahwa MAN 1 Bantul terus mendorong siswa untuk berkembang tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penelitian dan inovasi. OMI 2026 menjadi ruang bagi para siswa untuk mengubah rasa ingin tahu menjadi gagasan, mengembangkan gagasan menjadi penelitian, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan.
Dengan semangat, kreativitas, dan kerja sama, 8 tim riset MAN 1 Bantul siap menguji gagasan mereka di OMI 2026 tingkat Kabupaten Bantul.Selamat berjuang untuk seluruh tim riset MAN 1 Bantul! Terus bertanya, terus meneliti, dan terus menciptakan inovasi. (syf)

