Lamongan (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kepala Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MA Kejuruan Negeri (MAKN) dalam rangkaian Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) ke-8 Tahun 2026, Jumat (11/9/2026) malam di Hotel Grand Wisma Lamongan, Jawa Timur.
Sebelum mengikuti Rakernas, Mafrudah bersama para kepala madrasah peserta Extranas mengikuti FGD dan Reformasi Pengurus MA Plus Keterampilan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di Ruang Gajah Mada Lantai 7 Pemkab Lamongan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan arah pengembangan MA Plus Keterampilan.
Rakernas yang berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB mengangkat pembahasan strategis mengenai penguatan kemitraan madrasah dengan dunia usaha dan dunia industri. Dalam agenda tersebut, Kepala MAN 1 Bantul bersama kepala madrasah lainnya mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun keterhubungan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu narasumber, Dirjen Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas, S.Ag., M.Si., menyampaikan materi tentang “Strategi Peningkatan Serapan Lulusan di Dunia Kerja Nasional dan Internasional.”
Dalam paparannya disampaikan bahwa MA Plus Keterampilan memiliki peluang besar untuk menyiapkan lulusan agar mampu memasuki dunia kerja, termasuk pasar kerja internasional. Lulusan madrasah diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga mampu mengambil peluang kerja di luar negeri secara profesional.
Penguatan tersebut didukung melalui pendampingan dan peningkatan kompetensi lulusan. Pemerintah membuka peluang dukungan berupa pelatihan serta uji kompetensi bagi lulusan sebagai bagian dari persiapan menuju dunia kerja internasional. Dengan demikian, lulusan MA Plus Keterampilan diharapkan memiliki kompetensi yang lebih kuat dan memenuhi standar yang dibutuhkan oleh dunia industri.
Bagi MAN 1 Bantul sebagai Madrasah Aliyah Negeri Plus Keterampilan, arah kebijakan tersebut menjadi penguatan penting dalam mengembangkan program keterampilan Otomotif, Tata Busana, dan Multimedia. Madrasah terus berupaya membekali murid dengan kompetensi keterampilan sekaligus karakter agar memiliki kesiapan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyampaikan bahwa Rakernas memberikan wawasan penting bagi madrasah untuk semakin memperkuat keterhubungan antara pembelajaran keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Penguatan MA Plus Keterampilan harus diarahkan pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Kita perlu menyiapkan lulusan yang terampil, profesional, adaptif, dan memiliki daya saing, termasuk untuk mengambil peluang kerja di tingkat internasional,” ungkap Mafrudah.
Menurutnya, kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh karakter dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, pengembangan keterampilan di MAN 1 Bantul terus dipadukan dengan penguatan karakter melalui semangat CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.
“Semangatnya adalah bagaimana murid memiliki keterampilan sekaligus karakter. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga siap menghadapi perubahan dan persaingan di dunia kerja,” tambahnya.
Keikutsertaan Kepala MAN 1 Bantul dalam Rakernas Extranas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat jejaring, menyerap kebijakan dan praktik baik, serta merumuskan langkah pengembangan madrasah yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja nasional dan internasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MAN 1 Bantul untuk terus mewujudkan visi “Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia” dengan menghadirkan pendidikan keterampilan yang berdaya saing global sekaligus tetap berkarakter lokal. (Maf)

