Bantul (MAN 1 Bantul) – Suasana ruang kelas MAN 1 Bantul terasa lebih hidup dengan aktivitas peserta didik yang antusias menyusun berbagai karya untuk mengisi Majalah Dinding (Mading) sekolah. Program pembagian tugas piket pembuatan Mading dilaksanakan secara terjadwal sebagai salah satu upaya madrasah untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan menulis, dan kemampuan bekerja sama peserta didik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/9/2026).
Dalam program ini, setiap kelas mendapatkan giliran secara bergantian untuk mengelola dan mengisi konten Mading utama sekolah setiap dua minggu sekali. Pada giliran kali ini, peserta didik kelas yang mendapat tugas tampak bersemangat menjalankan tanggung jawabnya dengan menyusun berbagai konten menarik.
Beragam karya disiapkan untuk menghiasi Mading, mulai dari artikel, puisi, hingga hiasan visual yang dibuat secara kreatif. Peserta didik saling berbagi tugas, mulai dari menentukan ide, menulis dan menyunting karya, hingga menata tampilan Mading agar terlihat menarik dan mudah dibaca.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menampilkan karya peserta didik, tetapi juga menjadi ruang belajar di luar kelas. Melalui proses penyusunan Mading, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan literasi, menuangkan gagasan secara tertulis, serta belajar menyampaikan informasi dengan cara yang kreatif dan menarik.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan program Mading sebagai bagian dari upaya madrasah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkarya.
“Mading dapat menjadi media yang sederhana, tetapi memiliki banyak manfaat. Peserta didik dapat belajar menulis, berkreasi, bekerja sama, sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak karya peserta didik yang dapat diapresiasi dan dinikmati oleh warga madrasah,” ungkap Mafrudah.
Dengan adanya pembagian tugas secara bergiliran, setiap kelas memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam menghidupkan Mading utama madrasah. Sistem tersebut sekaligus mendorong peserta didik untuk aktif mengambil peran dan menunjukkan kreativitas melalui karya yang mereka hasilkan.
Program Mading diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya literasi dan kreativitas di lingkungan MAN 1 Bantul. Semakin banyak karya yang dihasilkan, semakin terbuka pula ruang bagi peserta didik untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri.
Melalui Mading, satu karya dapat menjadi inspirasi bagi karya lainnya. Dari ruang kelas, semangat literasi dan kreativitas terus tumbuh di MAN 1 Bantul. (nrm)

