Interaktif dan Edukatif, Kajian Keputrian MAN 1 Bantul Bahas Risiko Pernikahan Dini

Bantul (MAN 1 Bantul) — Kajian keputrian MAN 1 Bantul pada Jumat (25/9/2026) berlangsung interaktif dengan menghadirkan pemateri dari KUA Bantul. Kajian kali ini mengangkat tema “Remaja Bijak, Masa Depan Cerah: Kenali Risiko Pernikahan Dini” yang secara khusus membahas berbagai hal yang perlu diketahui remaja dalam mempersiapkan masa depan.

Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dengan melibatkan peserta dalam diskusi. Pemateri memberikan pertanyaan dan situasi yang dekat dengan kehidupan remaja untuk mengajak siswi berpikir serta memberikan tanggapan berdasarkan pemahaman mereka.

Para siswi tampak antusias mengikuti kegiatan. Sejumlah pertanyaan yang diberikan pemateri mendapatkan respons aktif dari peserta. Interaksi tersebut menunjukkan ketertarikan siswi terhadap topik yang dibahas sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Dalam kajian, pemateri menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar persoalan hubungan antara dua individu, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga. Karena itu, pemahaman mengenai risiko pernikahan dini perlu diberikan kepada remaja sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan.

Siswi juga diarahkan untuk memahami pentingnya mempersiapkan diri melalui pendidikan, pengembangan potensi, pembentukan karakter, dan kemampuan mengambil keputusan. Dengan bekal tersebut, remaja diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai pilihan yang berkaitan dengan masa depan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kajian yang melibatkan peserta secara aktif.

“Kegiatan yang interaktif seperti ini memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, menjawab, dan menyampaikan pemikirannya. Dengan demikian, mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar memahami dan mempertimbangkan suatu persoalan,” tutur Mafrudah.

Kehadiran pemateri dari KUA Bantul memperkuat sinergi antara madrasah dan lembaga keagamaan dalam memberikan edukasi yang relevan bagi peserta didik. Pembinaan semacam ini diharapkan dapat membantu siswi memahami berbagai tantangan masa remaja secara lebih komprehensif.

Kegiatan tersebut turut menguatkan semangat CADAS BERKELAS dalam membentuk peserta didik yang cerdas, agamis, demokratis, adaptif, smart, berkarakter, cinta lingkungan, dan anti diskriminasi.(wnd)