Rapat Dinas MAN 1 Bantul Bahas Persiapan TKA hingga Digitalisasi Pembelajaran

Bantul (MAN 1 Bantul) — MAN 1 Bantul kembali melakukan penguatan koordinasi program akademik melalui Rapat Dinas yang diselenggarakan pada Jumat (25/9/2026) di Aula MAN 1 Bantul. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB sampai selesai tersebut diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Bantul.

Dalam rapat tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Arfi Nurdiantoro, S.Pd., memaparkan sejumlah program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus agenda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Arfi menjelaskan bahwa madrasah telah menyiapkan dua agenda utama untuk mendukung kesiapan murid menghadapi TKA. Agenda pertama berupa pendalaman materi yang dilaksanakan secara internal oleh bapak dan ibu guru MAN 1 Bantul. Pendalaman tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat sebagai upaya memberikan penguatan materi secara berkelanjutan.

“Untuk persiapan TKA, madrasah menyiapkan pendalaman materi melalui dua skema. Pertama, pendalaman secara internal yang dilaksanakan oleh bapak dan ibu guru MAN 1 Bantul setiap Senin sampai Jumat. Kedua, kami bekerja sama dengan Skolla melalui lima kali pendalaman secara offline,” jelas Arfi.

Selain pendalaman materi, madrasah juga menyiapkan tryout TKA sebagai sarana bagi murid untuk mengukur kesiapan sekaligus membiasakan diri menghadapi bentuk dan situasi asesmen. Tryout tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan dua lembaga, yaitu Alef dan Skolla.

Arfi juga menyampaikan sejumlah program kurikulum lainnya. Salah satunya adalah Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) yang sedang dilaksanakan. ASTS menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran untuk mengetahui capaian murid sekaligus melihat efektivitas pelaksanaan pembelajaran pada pertengahan semester.

“ASTS perlu dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan pembelajaran di tengah semester. Hasilnya dapat menjadi bahan refleksi bagi guru maupun madrasah untuk melihat perkembangan pembelajaran dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan,” terang Arfi.

Selain itu, madrasah juga tengah mempersiapkan outing class bagi kelas X yang direncanakan berlangsung pada Oktober. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada murid melalui pembelajaran di luar lingkungan madrasah.

Agenda berikutnya adalah Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November hingga awal Desember. Persiapan asesmen tersebut menjadi bagian dari agenda kurikulum yang perlu dikoordinasikan sejak dini agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Dalam bidang peningkatan profesionalisme guru, rapat juga membahas pelaksanaan supervisi bagi bapak dan ibu guru, yang mencakup supervisi pembelajaran serta supervisi administrasi. Supervisi dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran dan administrasi pendidikan berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjadi bahan refleksi untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Pembahasan juga mencakup digitalisasi pembelajaran dan optimalisasi pemanfaatan JMD. Salah satu bentuk implementasinya adalah pemanfaatan JMD untuk pencatatan presensi sehingga proses administrasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan terdokumentasi secara digital.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah disiapkan dan dilaksanakan oleh bidang kurikulum. Menurut Mafrudah, rangkaian program tersebut perlu dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan dengan mengedepankan kolaborasi seluruh warga madrasah.

“Program-program yang telah disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum ini harus kita kawal bersama. Persiapan TKA, evaluasi pembelajaran, supervisi, hingga digitalisasi merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN 1 Bantul,” tutur Mafrudah.

Mafrudah juga menekankan pentingnya menjadikan setiap program sebagai bagian dari budaya mutu madrasah.

“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan yang selesai dilaksanakan, tetapi budaya kerja yang terus berkembang. Semangat kita adalah memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan murid. Inilah bagian dari komitmen kita untuk mewujudkan MAN 1 Bantul yang CADAS BERKELAS,” tegas Mafrudah.

Tagline CADAS BERKELAS merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas sekaligus pedoman budaya kerja warga MAN 1 Bantul dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Rapat dinas tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan langkah dalam pelaksanaan berbagai program madrasah. Dengan perencanaan dan evaluasi yang berkelanjutan, MAN 1 Bantul terus berupaya memperkuat budaya mutu serta menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (ars)