
(Bantul-MAN 1 Bantul) — Belajar sejarah nggak melulu soal menghafal tahun dan nama pahlawan di dalam kelas. Hal ini dibuktikan dalam acara Sinau Sejarah yang digelar oleh Paniradya Kaistimewan Yogyakarta di SMK Negeri 6 Yogyakarta pada Rabu, (7/10/2026).
Acara yang dikemas secara interaktif ini menghadirkan Luki Fidiantoro, guru sejarah dari MAN 1 Bantul, sebagai salah satu narasumber. Di hadapan para siswa, Luki membawakan materi dengan gaya yang santai, komunikatif, dan penuh dengan cerita menarik seputar keistimewaan serta nilai-nilai sejarah lokal Jogja pada situs Pesanggrahan Ambarketawang.
“Sejarah bukan sekadar hafalan tahun atau nama tokoh di buku teks, melainkan cerita tentang identitas dan akar budaya yang masih membentuk kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta hingga sekarang”, papar Luki.
Lebih lanjut dalam pemaparannya, Luki menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk memahami akar budaya sendiri di tengah gempuran era digital. Beliau mengajak para siswa SMKN 6 Yogyakarta untuk melihat sejarah bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan fondasi penting untuk memahami identitas dan karakter masyarakat Jogja saat ini.
Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi, terlebih ketika dibuka sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Melalui kegiatan yang digagas Paniradya Kaistimewan ini, diharapkan semangat untuk merawat dan melestarikan sejarah Keistimewaan Yogyakarta bisa terus menyala di kalangan pelajar.
Para siswa SMK N 6 Yogyakarta terlihat antusias menyimak tiap sesi, mulai dari diskusi interaktif hingga tanya jawab seputar peran penting penting Pesanggarahan Ambarketawang dalam membangun membangun Sejarah Yogyakarta.
Melalui sinergi antar-lembaga pendidikan dan Paniradya Kaistimewan ini, diharapkan semangat belajar sejarah terus tumbuh hangat di kalangan pelajar, membuktikan bahwa mengenal masa lalu bisa jadi langkah paling keren untuk melangkah ke masa depan. (Lfd)

