BANTUL (MAN 1 Bantul) — Perwakilan guru tahfidz MAN 1 Bantul, Zidda Mufida, S.Ag., menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bantul sebagai bentuk apresiasi terhadap peran para penghafal Al-Qur’an dalam menjaga, mengamalkan, dan mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Kegiatan pemberian penghargaan tersebut dihadiri sekitar 400 hafidz dan hafidzah dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul. Acara berlangsung dengan sambutan langsung dari Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para penghafal Al-Qur’an atas kontribusi mereka dalam mengajarkan Al Quran di masyarakat Bantul.
Dalam sambutannya, Bupati Bantul menyampaikan bahwa program pemberian penghargaan kepada para hafidz dan hafidzah ini merupakan salah satu program perubahan yang dihadirkan selama masa kepemimpinannya. Program tersebut diharapkan menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para penghafal Al-Qur’an sekaligus mendorong tumbuhnya generasi Qur’ani di Kabupaten Bantul.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh hafidz dan hafidzah yang telah berjuang menjaga hafalan Al-Qur’an. Beliau berpesan agar para penghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada pencapaian menghafal semata, tetapi senantiasa melanjutkan perjuangan dengan mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang hafidz dan hafidzah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kemurnian bacaan, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan melalui pendidikan dan dakwah.
Bagi MAN 1 Bantul, penerimaan penghargaan oleh Zidda Mufida, S.Ag., menjadi momentum yang bermakna dalam memperkuat komitmen madrasah untuk mengembangkan pendidikan Al-Qur’an, khususnya melalui program tahfidz. Peran guru tahfidz tidak hanya membimbing peserta didik dalam menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, membangun akhlak mulia, dan membiasakan penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran sekitar 400 hafidz dan hafidzah dalam kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya Qur’ani di Kabupaten Bantul. Potensi ini diharapkan terus berkembang melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, madrasah, pesantren, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, tekun menghafalkannya, serta bersedia meneruskan estafet pembelajaran Al-Qur’an kepada generasi berikutnya.
MAN 1 Bantul terus berkomitmen menumbuhkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an senantiasa hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(Zid)

