Bantul (MAN 1 Bantul) — Lomba Syarhil Qur’an atau Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan Santri Literart melibatkan dua guru Tahfidz MAN 1 Bantul, Arina Haqol Maula, S.Ag., dan Zida Mufida, S.Ag., sebagai dewan juri. Penjurian dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) di ruang kelas E4 MAN 1 Bantul.
Keduanya bertugas memberikan penilaian terhadap penampilan setiap tim yang terdiri atas tiga orang murid. Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu tilawah, materi syarahan, terjemah, penghayatan dan retorika, serta adab. Setiap aspek memiliki peran penting dalam menilai kemampuan peserta menyampaikan pesan Al-Qur’an melalui perpaduan bacaan, pemahaman, dan keterampilan berkomunikasi.
Aspek tilawah menitikberatkan pada kualitas pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Materi syarahan dan terjemah dinilai dari kesesuaian isi serta kemampuan peserta menyampaikan makna ayat secara tepat. Sementara itu, penghayatan dan retorika memperhatikan ekspresi, penguasaan panggung, serta cara penyampaian pesan. Aspek adab menjadi penilaian terhadap sikap dan kesantunan peserta selama penampilan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan kedua guru Tahfidz tersebut dalam mendukung pelaksanaan lomba MSQ. Menurut Mafrudah, kehadiran guru yang memiliki kompetensi di bidang Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penilaian sekaligus memberikan motivasi kepada murid.
“Saya mengapresiasi Ibu Arina dan Ibu Zida yang turut berperan dalam penjurian lomba Syarhil Qur’an. Melalui kegiatan ini, kami berharap murid semakin terampil dalam membaca, memahami, dan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an. Kemampuan berdakwah perlu dibangun sejak dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu menyebarkan kebaikan dengan ilmu dan akhlak,” ungkap Mafrudah.
Keterlibatan kedua guru Tahfidz ini turut mendukung keberhasilan Santri Literart sebagai wadah pengembangan bakat dan potensi murid dalam bidang keagamaan dan bahasa. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS dalam membentuk generasi yang cerdas, agamis, demokratis, adaptif, dan berkarakter.
Melalui lomba MSQ, MAN 1 Bantul berharap semakin banyak murid yang memiliki keberanian dan kemampuan untuk menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an secara kreatif, santun, dan bermakna. (ars)

