MAN 1 Bantul Libatkan Guru Bahasa Indonesia dalam Penjurian Lomba Baca Puisi

Bantul (MAN 1 Bantul) — Lomba baca puisi dalam rangkaian kegiatan Santri Literart memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MAN 1 Bantul menghadirkan Azmiati Latifah, S.S. sebagai juri. Kegiatan penjurian dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) di ruang FL 2 MAN 1 Bantul.

Kehadiran juri bertujuan memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif berdasarkan kemampuan dan penampilan masing-masing peserta. Dalam perlombaan ini, setiap peserta membacakan dua puisi, yakni puisi wajib Gugur karya W.S. Rendra dan satu puisi pilihan dari daftar karya penyair Indonesia yang telah ditentukan panitia.

Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama. Aspek penghayatan memperoleh bobot 40 persen, mencakup kemampuan peserta memahami dan menghayati keseluruhan makna puisi, baik tersirat maupun tersurat. Selanjutnya, aspek pengucapan dengan bobot 30 persen menilai kejelasan artikulasi, ketepatan intonasi, serta dinamika pengucapan. Adapun aspek gerak tubuh atau gesture memiliki bobot 30 persen, meliputi kesesuaian gerak tubuh, ekspresi, dan mimik wajah dengan isi puisi yang dibawakan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan juri dalam mendukung pelaksanaan perlombaan. “Melalui lomba baca puisi, murid belajar memahami makna sebuah karya, mengolah rasa, dan menyampaikan pesan melalui ekspresi. Saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap sastra sekaligus meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri murid untuk berkarya,” ungkap Mafrudah.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui Santri Literart, madrasah terus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta apresiasi terhadap bahasa dan sastra. (ars)