Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan ketertiban dan akurasi data kehadiran selama pelaksanaan Ujian Madrasah Selasa-Jumat (3-13/3/2026), siswa kelas XII MAN 1 Bantul menerapkan sistem presensi ganda. Presensi dilakukan melalui aplikasi Jogja Madrasah Digital serta presensi manual menggunakan daftar hadir tertulis.
Presensi digital dilakukan oleh siswa melalui gawai masing-masing sesuai dengan akun yang telah terdaftar. Setelah itu, siswa juga menandatangani daftar hadir manual yang disediakan oleh pengawas di ruang ujian. Penerapan dua sistem presensi ini bertujuan memastikan data kehadiran tercatat secara lengkap dan meminimalkan potensi kesalahan administrasi selama ujian berlangsung.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan disiplin siswa. Dengan presensi ganda, siswa dituntut hadir tepat waktu, tertib mengikuti prosedur, serta bertanggung jawab terhadap kehadirannya sendiri dalam setiap sesi ujian.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kebijakan presensi ganda merupakan upaya madrasah menjaga ketertiban dan transparansi pelaksanaan Ujian Madrasah.
“Presensi digital memudahkan rekapitulasi data, sementara presensi manual menjadi cadangan verifikasi. Dengan sistem ini, kami ingin memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan presensi ganda juga melatih siswa bersikap disiplin dan jujur. “Ini bagian dari pendidikan karakter. Kehadiran yang tercatat dengan baik mencerminkan tanggung jawab siswa terhadap proses ujian yang mereka jalani,” imbuhnya.
Melalui sistem presensi ganda tersebut, MAN 1 Bantul berkomitmen menyelenggarakan Ujian Madrasah secara tertib dan profesional, sejalan dengan semangat madrasah CADAS Berkelas dalam membangun budaya disiplin, kejujuran, dan pelayanan pendidikan yang berkualitas. (Mry)

