Bantul – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H di MAN 1 Bantul tidak hanya diwarnai dengan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban, tetapi juga semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh para guru dan tenaga kependidikan. Salah satu pemandangan menarik terlihat dari antusiasme ibu-ibu guru yang bergotong royong mengolah daging kurban pada Jumat (29/5/2026).
Sejak pagi, setelah proses penyembelihan dan pembagian daging selesai dilakukan, sejumlah guru perempuan tampak sibuk di area dapur dan tempat pengolahan makanan. Dengan penuh semangat, mereka membagi tugas mulai dari membersihkan daging, memotong bumbu, memasak, hingga menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama keluarga besar MAN 1 Bantul.
Suasana keakraban begitu terasa. Sambil memasak, para guru saling bercengkerama, berbagi pengalaman, dan bekerja sama menyelesaikan berbagai persiapan. Aroma masakan yang menggugah selera semakin menambah semarak kegiatan yang telah menjadi bagian dari tradisi kebersamaan madrasah setiap momentum Idul Adha.
Salah seorang guru mengungkapkan bahwa kegiatan memasak bersama bukan sekadar menyiapkan makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga madrasah.
“Momen seperti ini sangat berharga karena kami bisa berkumpul, bekerja sama, dan menikmati hasil kurban bersama-sama. Kebersamaan seperti inilah yang membuat suasana madrasah semakin hangat dan harmonis,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Idul Adha tahun ini. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para guru merupakan cerminan nilai-nilai yang diajarkan dalam ibadah kurban.
“Idul Adha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan kurban, tetapi juga dalam kebersamaan yang terjalin saat para guru dan tenaga kependidikan bergotong royong mengolah dan menikmati hasil kurban bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul tidak hanya melaksanakan syariat kurban, tetapi juga memperkuat budaya kekeluargaan di lingkungan madrasah. Tawa, canda, dan kerja sama yang terjalin selama proses memasak menjadi bukti bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan seluruh warga madrasah. (zm)

